Klaim Foto Raja Salman sebagai Relawan Perang 1956 Dinilai Sebagian Benar

Klaim Foto Raja Salman sebagai Relawan Perang 1956 Dinilai Sebagian Benar

Sebuah foto yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pria berseragam militer berdiri dalam barisan. Unggahan itu disertai narasi yang menyebut sosok dalam gambar sebagai Raja Salman bin Abdulaziz yang disebut pernah menjadi relawan membela Palestina dalam Perang Mesir pada 1956.

Hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut dinilai sebagian benar. Raja Salman memang tercatat pernah bergabung sebagai relawan dalam Perang Mesir atau Krisis Terusan Suez pada 1956. Namun, foto yang digunakan dalam unggahan itu bukan dokumentasi dari peristiwa tersebut.

Verifikasi dilakukan melalui pencarian balik gambar (reverse image search) dan penelusuran informasi dari sejumlah sumber. Foto yang beredar ternyata pernah dipublikasikan oleh akun X Yayasan Raja Abdulaziz sebagai rekaman Salman saat menjadi relawan untuk Perang Al-Wadi’ah pada 1969. Raja Abdulaziz adalah ayah Salman.

Menurut Sanaa Center, lembaga think tank yang berfokus pada isu Yaman, Perang Al-Wadi’ah merupakan pertempuran antara Arab Saudi dan Yaman Selatan. Konflik pecah setelah Yaman Selatan mengklaim Kota Sharurah dan Al-Wadi’ah sebagai bagian dari wilayahnya, klaim yang ditentang oleh Riyadh. Arab Saudi disebut memenangkan peperangan dan menyatakan berhasil mengambil kembali wilayah tersebut.

Adapun keterlibatan Salman dalam Perang Mesir 1956 terdokumentasi dalam sejumlah media Arab. Akun X Alsaud_History, yang rutin mengunggah sejarah keluarga kerajaan Arab, juga mengonfirmasi adanya foto yang merekam aksi kerelawanan Salman bersama Pangeran Turki Al-Thani serta kakak tirinya, Pangeran Fahd, dalam palagan Mesir.

Imperial War Museums di Inggris mencatat Krisis Terusan Suez bermula dari keputusan Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser menasionalisasi Terusan Suez, jalur strategis yang menghubungkan Laut Mediterania dan Laut Merah. Keputusan itu memicu serangan Inggris, Prancis, dan Israel, yang dikenal sebagai Agresi Tiga Pihak. Konflik tersebut berakhir setelah tekanan internasional, termasuk dari Uni Soviet dan Amerika Serikat, mendorong ketiga negara penyerang menghentikan operasi militer dan mundur.

Meski pada periode yang sama Israel juga melakukan kekerasan dan ekspansi wilayah di Palestina, penelusuran menyebut pemicu utama Perang Mesir 1956 adalah perebutan kendali atas Terusan Suez. Dengan demikian, klaim yang menyatakan foto itu menunjukkan Salman sebagai relawan Perang Mesir 1956 tidak tepat, meski ia memang pernah tercatat menjadi relawan pada konflik tersebut.