Klaim Kemenag Umumkan Bantuan DAP Australia untuk Umat Kristen Dipastikan Hoaks

Klaim Kemenag Umumkan Bantuan DAP Australia untuk Umat Kristen Dipastikan Hoaks

Sebuah unggahan di media sosial mengeklaim Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan program bantuan langsung (DAP) dari pemerintah Australia untuk umat Kristen di Indonesia. Dalam unggahan tersebut, warganet diarahkan untuk mendaftar melalui nomor WhatsApp yang dicantumkan.

Narasi itu beredar melalui sejumlah akun Facebook yang membagikan video seorang perempuan dengan latar logo Kemenag. Dalam video tersebut, perempuan itu seolah menyampaikan pengumuman terkait bantuan bagi umat Kristen.

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi mengenai program bantuan DAP dari pemerintah Australia untuk umat Kristen di Indonesia tidak ditemukan, baik di media sosial maupun di laman resmi Kemenag.

Tim Cek Fakta Kompas.com juga memeriksa keaslian video yang beredar menggunakan Hive Moderation. Hasil identifikasi menunjukkan video tersebut terdeteksi sebagai konten yang dihasilkan oleh artificial intelligence (AI).

Melalui laman resminya, Kemenag menegaskan tidak pernah mengumumkan bantuan dana DAP dari pemerintah Australia untuk umat Kristen di Indonesia. Dirjen Bimas Kristen Kemenag, Jeane Marie Tulung, pada 26 Januari 2026 menyatakan pihaknya menerima banyak laporan terkait penyebaran informasi palsu yang mengatasnamakan Ditjen Bimas Kristen Kemenag.

“Dalam beberapa waktu terakhir kami menerima banyak laporan terkait penyebaran informasi palsu bantuan dana DAP dari Australia yang mengatasnamakan Ditjen Bimas Kristen Kemenag. Informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan,” ujar Jeane.

Jeane juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang sumbernya tidak jelas.

Dengan demikian, klaim bahwa Kemenag mengumumkan program bantuan DAP pemerintah Australia untuk umat Kristen di Indonesia dinyatakan hoaks. Video yang digunakan dalam unggahan tersebut merupakan hasil manipulasi dan terdeteksi dibuat menggunakan AI.