Klaim Netanyahu Mundur karena Sakit Parah Dipastikan Keliru, Masih Menjabat PM Israel

Klaim Netanyahu Mundur karena Sakit Parah Dipastikan Keliru, Masih Menjabat PM Israel

Kabar yang menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mundur dari jabatannya karena menderita sakit parah dipastikan tidak benar. Informasi tersebut beredar di media sosial dan perlu diluruskan.

Dalam penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, Netanyahu memang menyampaikan bahwa ia sempat didiagnosis mengidap kanker prostat dan menjalani pengobatan secara rahasia. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat (24/4/2026) bersamaan dengan rilis laporan pemeriksaan medis tahunannya.

Netanyahu menjelaskan ia menunda perilisan laporan medis selama dua bulan agar informasi mengenai penyakitnya tidak dimanfaatkan pihak luar. Ia juga menyebut telah menjalani terapi radiasi tertarget sekitar dua setengah bulan sebelumnya untuk menangani tumor tersebut.

“Bintik (tumor) itu telah hilang sepenuhnya. Puji Tuhan, saya sehat. Saya memiliki masalah medis kecil pada prostat saya yang telah ditangani sepenuhnya,” kata Netanyahu.

Kantor Perdana Menteri Israel turut merilis dua surat dari tim dokter yang menangani Netanyahu. Tim medis menyatakan kondisinya tertangani dengan baik karena terdeteksi dini.

“Ini adalah deteksi dini dari lesi yang sangat kecil, tanpa metastasis (penyebaran), sebagaimana dikonfirmasi oleh semua tes lainnya tanpa keraguan sedikit pun,” tulis tim dokter dalam surat tersebut.

Hingga Senin (27/4/2026), Netanyahu masih menjabat sebagai Perdana Menteri Israel. Ia juga menegaskan tidak akan mundur, meski tuntutan pengunduran diri menguat di dalam negeri.

Dikutip dari Anadolu Agency, aksi protes anti-pemerintah berskala besar digelar pada Sabtu (25/4/2026) di Tel Aviv dan sejumlah kota lain di Israel. Para demonstran menuntut pengunduran diri Netanyahu serta pembentukan komisi penyelidikan resmi atas peristiwa 7 Oktober 2023.

Netanyahu sejauh ini menolak pembentukan komisi penyelidikan negara terkait serangan 7 Oktober, dengan alasan komite tersebut akan bias terhadap dirinya.

Dengan demikian, narasi yang menyatakan Netanyahu mundur dari jabatan PM Israel karena sakit parah adalah hoaks. Ia memang menjalani perawatan untuk kanker prostat stadium awal, tetapi tidak mundur dari jabatannya.