Sebuah narasi di media sosial mengklaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memiliki pengawal pribadi seorang muslimah bernama Nada Fashkon yang disebut tewas dibunuh. Unggahan yang beredar sejak pertengahan April 2026 itu juga menyertakan pernyataan bahwa banyak muslim dan muslimah memilih menjadi tentara Israel.
Narasi tersebut disertai foto seorang perempuan berpakaian militer dengan bendera Israel, sehingga menimbulkan kesan bahwa sosok dalam gambar merupakan prajurit Israel. Perempuan itu terlihat mengenakan jilbab putih dan membawa senjata yang modelnya tidak diketahui.
Namun, setelah ditelusuri, tidak ditemukan sumber informasi kredibel mengenai keberadaan pengawal Netanyahu bernama Nada Fashkon. Tidak ada pula informasi tepercaya yang mendukung klaim adanya pembunuhan terhadap pengawal pribadi Netanyahu.
Penelusuran gambar menggunakan metode reverse image search juga tidak menemukan foto tersebut dalam jejak digital di internet. Foto itu kemudian diketahui sebagai hasil rekayasa berbasis artificial intelligence (AI), dengan probabilitas sebagai gambar generatif mencapai 99,9 persen.
Dengan demikian, klaim bahwa Netanyahu memiliki pengawal seorang muslimah bernama Nada Fashkon yang tewas dibunuh merupakan hoaks, dan foto yang beredar disebut sebagai konten rekayasa AI.

