Sebuah unggahan di Facebook menyebarkan klaim ramuan alami berbahan serai dan kapur sirih yang disebut dapat menghilangkan benjolan di tubuh tanpa operasi. Dalam unggahan itu dijelaskan, serai dibalur kapur sirih lalu dibakar hingga menghitam, kemudian ditumbuk untuk diambil sarinya. Cairan yang dihasilkan diklaim cukup dioleskan pada benjolan agar benjolan hilang dengan sendirinya.
Namun, klaim tersebut dinilai menyesatkan. Tim Cek Fakta Tempo menelusuri informasi itu dengan mewawancarai pakar di bidang kanker serta membandingkannya dengan sumber-sumber kredibel. Kesimpulannya, tidak semua benjolan dapat disembuhkan dengan ramuan tradisional atau obat herbal.
Pakar biologi molekuler dan ilmuwan kanker dari Universitas YARSI, Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, Ph.D, menyatakan ramuan tertentu mungkin dapat memengaruhi benjolan karena bahan herbal kerap mengandung senyawa anti-radang. Meski begitu, ia menegaskan tidak semua benjolan yang berkaitan dengan peradangan bisa hilang hanya dengan ramuan herbal. Bila benjolan tidak mengempis atau tidak hilang, penanganan medis disebut sebagai langkah terbaik.
Ahmad juga menambahkan, metode menghilangkan benjolan menggunakan ramuan serai dan kapur sirih tidak dikenal dalam dunia kedokteran. Menurut dia, belum ada penelitian yang meyakinkan bahwa ramuan tersebut dapat menyembuhkan benjolan pada tubuh. Pernyataan itu ia sampaikan kepada Tempo pada Senin, 20 April 2026.
Serai sendiri memang dilaporkan memiliki sejumlah khasiat. Mengutip Healthline.com, berdasarkan penelitian tahun 2024, serai memiliki manfaat anti-inflamasi, dengan senyawa yang dapat membantu menghentikan pelepasan penanda tertentu penyebab peradangan dalam tubuh. Studi lain pada 2022 juga mencatat efek analgesik dan anti-inflamasi serai dikenal luas dan digunakan dalam pengobatan tradisional.
Selain itu, serai juga disebut memiliki potensi antikanker terhadap beberapa jenis sel kanker. Sejumlah komponen pada serai dilaporkan dapat membantu melawan kanker dengan menyebabkan kematian sel secara langsung atau dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dikutip dari National Library of Medicine, ekstrak serai menunjukkan potensi sebagai agen antikanker pada model kanker kolorektal (CRC). Dalam kajian tersebut, penggunaan serai—baik sendiri maupun dikombinasikan dengan kemoterapi konvensional—pada dosis rendah dilaporkan dapat menginduksi apoptosis pada CRC secara selektif dan tidak menghambat efek sitotoksik obat lain.
Meski demikian, kajian tersebut juga disebut masih memerlukan pengujian lebih lanjut untuk menilai kontribusinya terhadap pengobatan kanker dan pencegahan kekambuhan. Dengan mempertimbangkan temuan dan keterangan pakar, Tempo menyimpulkan klaim bahwa ramuan serai dan kapur sirih dapat menghilangkan benjolan adalah menyesatkan.

