Sebuah unggahan di media sosial Instagram beredar dengan klaim bahwa Prabowo Subianto akan melunasi utang proyek Kereta Cepat Whoosh dalam waktu dua bulan. Dalam narasi yang sama, disebutkan pelunasan akan dilakukan melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara agar tidak membebani APBN.
Unggahan tersebut menyebar luas dan memunculkan berbagai spekulasi. Sebagian pengguna media sosial bahkan menganggapnya sebagai kebijakan resmi pemerintah.
Namun, klaim itu dinyatakan tidak benar. Mengacu pada informasi dari komdigi.go.id, tidak ada keputusan resmi yang menetapkan pelunasan utang Kereta Cepat Whoosh dalam waktu dua bulan.
Adapun tenggat dua bulan yang ramai dibicarakan sebenarnya merujuk pada alokasi waktu untuk pembahasan restrukturisasi utang. Proses restrukturisasi tersebut masih dalam tahap kajian dan belum menghasilkan keputusan final.
Hingga kini, pemerintah juga belum menetapkan skema pembiayaan yang akan digunakan. Sejumlah opsi yang dibahas mencakup penggunaan APBN maupun melalui BPI Danantara.
Dengan demikian, klaim “utang Kereta Cepat Whoosh lunas dalam dua bulan” merupakan hoaks karena tidak sesuai dengan fakta yang ada. Masyarakat diimbau untuk memverifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum mempercayai dan menyebarkannya agar tidak terpengaruh informasi menyesatkan.

