Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim memperlihatkan serangan rudal Iran menghantam sebuah bandara di Israel. Unggahan itu menyertakan narasi, “Bandara Israel di rudal Iran. Hancur lebur Israel.”
Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak akurat. Meski Iran dilaporkan menembakkan rudal dan pesawat nirawak sebagai balasan atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel, serta militer Israel mengonfirmasi serangan Iran menghantam Tel Aviv, tidak ditemukan laporan atau pemberitaan yang menyebutkan serangan tersebut mengenai Bandara Ben Gurion yang berada di dekat Tel Aviv.
Penelusuran juga menemukan unggahan pemeriksa fakta Vishal Maheshwari dari organisasi Fact Myths yang menyatakan video itu merupakan buatan kecerdasan buatan (AI). Ia menilai video tersebut tidak realistis karena pesawat yang terlihat dalam rekaman tetap utuh meski disebut menerima dua kali hantaman rudal. “Dalam klip tersebut, pesawat tetap utuh bahkan setelah dua kali dihantam rudal,” tulis Maheshwari di X pada Rabu (4/3/2026).
Pengecekan tambahan menggunakan perangkat pendeteksi konten AI, BitMind, menunjukkan probabilitas video tersebut dibuat dengan AI mencapai 88 persen.
Indikasi lain yang memperkuat keraguan terhadap klaim video itu adalah rencana Pemerintah Israel untuk kembali membuka penerbangan di Bandara Ben Gurion. Langkah tersebut dinilai tidak mungkin dilakukan apabila bandara benar-benar hancur akibat serangan atau jika ancaman serangan belum dapat diminimalkan.
Seperti dikutip dari The Jerusalem Post, Selasa (3/3/2026), Menteri Perhubungan Israel Miri Regev disebut telah mulai membuka kembali wilayah udara secara bertahap.

