Sebuah unggahan di Facebook pada Minggu (1/3/2026) menampilkan foto Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sedang disuntik, disertai klaim bahwa gambar tersebut menjadi bukti Khamenei selamat dari serangan Israel dan masih hidup. Namun, penelusuran menunjukkan foto itu digunakan dengan konteks yang keliru.
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri foto tersebut menggunakan Google Lens. Hasil penelusuran mengarah pada laman resmi Kantor Pemimpin Tertinggi Iran yang memuat gambar serupa.
Di laman tersebut, foto diunggah pada 23 Juli 2021. Keterangan resmi menyebutkan, Khamenei saat itu menerima dosis kedua vaksin Covid-19 buatan Iran, Barakat. Setelah menerima vaksin, Khamenei menyampaikan terima kasih kepada otoritas kesehatan atas upaya mereka melawan pandemi, mengapresiasi ilmuwan dan peneliti yang memproduksi vaksin dalam negeri, serta mengajak warga Iran mematuhi protokol kesehatan Covid-19.
Sementara itu, Ayatollah Ali Khamenei dikonfirmasi terbunuh dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari 2026. Kematian Khamenei dikonfirmasi oleh kantor berita resmi Iran, IRNA, yang juga mengumumkan masa berkabung selama 40 hari.
Sebelum serangan AS-Israel, Khamenei disebut berulang kali menegaskan kematiannya hanya perkara waktu dan tidak akan melemahkan pemerintahan Iran. Ia juga disebut telah mempersiapkan negara untuk perang panjang serta suksesi kepemimpinan yang sangat mungkin menjadi konsekuensi dari perang.
Dengan demikian, foto Khamenei yang beredar dan diklaim sebagai bukti ia masih hidup merupakan foto lama yang diambil saat vaksinasi Covid-19 pada Juli 2021, bukan dokumentasi terbaru yang berkaitan dengan peristiwa 2026.

