Gempa bumi mengguncang wilayah timur laut Jepang pada Senin (20/4/2026). Kekuatan gempa semula diperkirakan bermagnitudo 7,4, lalu diperbarui menjadi magnitudo 7,7. Pemerintah Jepang sempat mengeluarkan peringatan tsunami, namun kemudian mencabutnya.
Seusai gempa terjadi, beredar di media sosial sebuah video yang diklaim memperlihatkan detik-detik gempa di Jepang pada Senin (20/4/2026). Dalam video tersebut tampak bangunan dan tiang listrik bergoyang akibat guncangan.
Namun, penelusuran menunjukkan klaim itu keliru. Video yang beredar bukan rekaman gempa pada 20 April 2026, melainkan video yang sudah beredar sejak 2024.
Dalam narasi yang menyertai unggahan, salah satu akun menulis keterangan: “Baru saja terjadi” dan “Detik detik gempa jepang senin 20 apr 2026”.
Untuk memastikan sumber video, dilakukan penelusuran menggunakan teknik reverse image search. Hasilnya mengarah pada unggahan yang identik di YouTube, dengan cuplikan dapat dilihat pada menit 7:38. Keterangan unggahan tersebut menyebut video itu menampilkan gempa di Jepang pada 1 Januari 2024.
Pada 1 Januari 2024, gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Semenanjung Noto, Prefektur Ishikawa. Peristiwa itu dilaporkan mengakibatkan hampir 500 orang meninggal, termasuk kematian yang disebabkan kesulitan evakuasi, serta menyebabkan sekitar 150.000 rumah rusak.
Dengan demikian, video yang diklaim sebagai rekaman gempa Jepang pada Senin (20/4/2026) merupakan informasi keliru. Faktanya, video tersebut adalah rekaman gempa Jepang pada 1 Januari 2024 di Semenanjung Noto, Prefektur Ishikawa.

