Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kerumunan orang berdesakan untuk masuk ke sebuah kapal. Unggahan itu disertai narasi bahwa mereka adalah warga Israel yang melakukan eksodus akibat situasi perang pada April 2026.
Konten tersebut dibagikan oleh sejumlah akun Facebook. Salah satu narasi yang menyertai video menyebutkan adanya “eksodus besar-besaran” karena kepanikan warga yang ingin menyelamatkan diri dari kondisi yang disebut semakin berbahaya.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan video itu bukan rekaman asli, melainkan konten manipulatif. Sejumlah kejanggalan terlihat pada detail video, termasuk informasi mengenai kapal yang digunakan.
Dalam video, nama kapal yang tampak adalah “Sea Spirit”. Kapal bernama Sea Spirit diketahui merupakan kapal pesiar yang berlayar di sekitar wilayah laut Arktik dan Antarktika, termasuk rute pelayaran ke Islandia dan Greenland. Sea Spirit tercatat memiliki varian berbendera Bahama dan Portugal, serta lebih diutamakan untuk wisata, bukan sebagai transportasi penumpang reguler.
Sejauh ini, tidak ditemukan jejak digital yang membuktikan kapal Sea Spirit mengangkut penumpang untuk eksodus dari Israel. Selain itu, video juga menampilkan ciri-ciri yang kerap muncul pada konten buatan artificial intelligence (AI).
Beberapa bagian memperlihatkan wajah dan kepala orang-orang dalam kerumunan tampak buram. Ada pula sosok dengan tangan yang tidak memiliki jari, serta bagian siku yang terlihat menyatu dengan tangan orang lain.
Dengan demikian, video yang diklaim menunjukkan warga Israel berdesakan masuk kapal untuk eksodus dinyatakan sebagai konten manipulatif. Kapal yang terlihat dalam video merupakan kapal pesiar Sea Spirit yang tidak melewati Israel, sementara detail visualnya memperlihatkan kejanggalan khas AI.

