Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan sosok yang disebut sebagai tentara Amerika Serikat (AS) menangis ketakutan akibat bom yang diklaim dijatuhkan Iran. Video tersebut ramai beredar pada awal Maret 2026, di tengah meningkatnya ketegangan Iran dengan Israel dan AS.
Unggahan video itu muncul di sejumlah akun Facebook dengan narasi, salah satunya berbunyi, “Tentara Amerika menangis ketakutan di Bom bandir iran”.
Berdasarkan penelusuran menggunakan dua alat pendeteksi konten berbasis kecerdasan buatan, video tersebut terindikasi merupakan konten generatif AI. Zhuque AI Detection mengidentifikasi video itu sebagai generatif AI dengan probabilitas 61,84 persen. Sementara itu, alat pendeteksi Face On Live menunjukkan probabilitas 96 persen bahwa video tersebut merupakan hasil generatif AI.
Dalam konteks situasi saat itu, Israel dengan dukungan AS melancarkan serangan di Iran pada Sabtu (28/2/2026). Sebagai balasan, Iran mengirimkan drone ke sejumlah pusat kegiatan AS di beberapa negara, termasuk Oman, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, hingga Kuwait.
Meski demikian, video yang beredar tidak menggambarkan peristiwa nyata. Selain hasil pemeriksaan dengan alat pendeteksi AI, terdapat pula ketidaksesuaian pada detail visual. Jika diperhatikan, seragam yang dikenakan dalam video berbeda dengan seragam militer AS.
Dengan demikian, klaim bahwa video tersebut menunjukkan tentara AS menangis akibat serangan Iran dinyatakan tidak benar. Video yang beredar merupakan konten manipulatif dan terdeteksi sebagai generatif AI.

