Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menekankan pentingnya pengetatan pengawasan tata ruang dan perizinan bangunan di Jakarta. Penegasan itu disampaikan saat ia memimpin rapat Pra Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Yuke mengatakan, sejumlah kasus pembangunan tanpa izin hingga bangunan yang berdiri di atas saluran air menjadi perhatian serius. Menurutnya, beberapa kasus bahkan viral di media sosial dan memicu keluhan masyarakat.
“Banyak pengaduan dari masyarakat terkait bangunan yang tidak memiliki izin atau tidak memenuhi kelayakan, seperti pembangunan ruko atau bangunan yang berdiri di atas saluran air. Hal-hal seperti ini menjadi pembahasan kami dalam rapat,” ujar Yuke, Jumat (6/3).
Komisi D, lanjut Yuke, mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dinas terkait untuk memperketat pengawasan dan monitoring sebelum izin pembangunan diterbitkan. Ia menilai pengawasan sejak tahap awal diperlukan agar pelanggaran tata ruang dapat dicegah.
“Perizinan harus diperketat sebelum bangunan didirikan. Jangan sampai bangunan sudah terlanjur berdiri dan pemilik sudah mengeluarkan investasi besar, sehingga ketika muncul komplain justru menimbulkan persoalan yang lebih panjang,” katanya.
Dalam rapat tersebut, turut dibahas berbagai kendala yang dihadapi Pemprov DKI dalam menertibkan bangunan yang melanggar aturan. Salah satu kendala yang disoroti adalah adanya benturan dengan regulasi yang lebih tinggi.
Karena itu, Yuke mendorong penguatan regulasi, termasuk kemungkinan penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) yang selaras dengan aturan tata ruang, agar penegakan aturan bisa dilakukan lebih tegas.
Komisi D juga menyoroti keterbatasan sumber daya manusia di Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan untuk melakukan pengawasan di lapangan. Meski begitu, Yuke mengapresiasi upaya dinas tersebut dalam meningkatkan kapasitas pegawai melalui program sertifikasi bagi SDM teknis.
“Kami melihat masih ada kekurangan SDM dalam pengawasan di lapangan. Namun kami juga mengapresiasi adanya program sertifikasi bagi SDM agar kompetensi mereka semakin diperkuat,” ujarnya.

