Insiden kebakaran gudang bahan kimia di kawasan Pergudangan Taman Tekno, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang dilaporkan mencemari Sungai Cisadane, menuai sorotan dari DPR RI. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mendesak Pemerintah Kota Tangsel melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang dan tata kelola kawasan industri.
Evita menilai keberadaan gudang yang berdekatan dengan permukiman warga menjadi indikasi bahwa pengaturan tata ruang masih perlu dibenahi agar tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat sekitar. Ia juga menyoroti potensi pencemaran lingkungan yang berdampak pada Sungai Cisadane.
“Pencemaran itu kan terjadi di Sungai Cisadane, lokasi gudang ini dekat pemukiman loh, berarti kan di sini tata ruang itu belum belum diatur dengan baik,” ujar Evita usai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi VII ke Tangsel, Kamis (5/3/2026).
Menurut Evita, dampak peristiwa tersebut tidak hanya dirasakan warga di sekitar lokasi, tetapi juga berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menyebut sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pariwisata di kawasan sekitar dapat ikut terdampak.
Ia mengatakan telah menyampaikan masukan kepada Wakil Wali Kota Tangsel terkait perlunya pemisahan pengelolaan kawasan industri dan pariwisata. Menurutnya, penggabungan fungsi kawasan dapat memperbesar risiko ketika terjadi insiden seperti kebakaran, karena dampaknya bisa menjalar ke permukiman, sentra UMKM, hingga area wisata.
“Tadi saya memberi masukan kepada Pak Wakil Wali Kota (Tangsel), gimana nih kawasan industri dan pariwisata itu kan enggak bisa digabung jadi satu, karena ketika sesuatu terjadi seperti kebakaran akan berdampak ke pemukiman dekat, juga kepada sentral-sentra daripada UMKM dan pariwisata mereka,” katanya.
Evita berharap pemerintah daerah dapat melakukan penataan kawasan dengan lebih baik agar kawasan industri, permukiman, dan pariwisata dapat dikelola secara terpisah serta lebih aman bagi masyarakat.

