Kritikus Budaya Pertanyakan Dasar Penyelidikan Seungri Usai Penolakan Surat Perintah Penahanan

Kritikus Budaya Pertanyakan Dasar Penyelidikan Seungri Usai Penolakan Surat Perintah Penahanan

Kritikus budaya Korea Selatan, Ha Jae Geun, mempertanyakan arah dan dasar penyelidikan polisi terhadap Seungri, mantan personel Big Bang, setelah Pengadilan Distrik Pusat Seoul menolak permohonan surat perintah penahanan. Analisis tersebut disampaikan Ha melalui media Dailian News KR pada 16 Mei.

Dalam tulisannya, Ha menyoroti alasan polisi mengajukan penahanan, mengingat Seungri disebut menghadapi empat dugaan pelanggaran: menerima prostitusi, perdagangan manusia, penggelapan bisnis, serta pelanggaran undang-undang sanitasi makanan. Menurut Ha, dakwaan-dakwaan tersebut dinilai tidak serta-merta menjadi dasar penahanan, bahkan jika tuduhan itu terbukti. Karena itu, polisi disebut menggunakan dugaan penggelapan sebagai landasan utama untuk mengajukan surat perintah penahanan.

Namun Ha menilai tuduhan penggelapan yang beredar tidak jelas. Ia menyoroti variasi angka penggelapan yang dilaporkan media serta detail yang dinilai tidak akurat. Ha berpendapat, apabila polisi memiliki informasi yang kuat, seharusnya dapat dijelaskan secara tegas siapa pihak yang terlibat, berapa jumlahnya, dan bagaimana dugaan penggelapan dilakukan. Ketidakjelasan tersebut, menurutnya, memunculkan keraguan terhadap proses penyelidikan.

Keraguan itu, lanjut Ha, semakin terlihat pada tahap pengajuan surat perintah penahanan. Polisi sebelumnya menyatakan akan mengajukan permohonan pada awal bulan, tetapi kemudian menundanya sembari menyebut akan memperkuat penyelidikan. Situasi itu memunculkan spekulasi bahwa aparat belum memperoleh bukti yang cukup kuat, terutama terkait dugaan penggelapan.

Ha mengemukakan dua kemungkinan atas pengajuan permohonan yang akhirnya tetap dilakukan setelah penundaan. Pertama, polisi mungkin telah mendapatkan bukti penting meski terlambat. Kedua, permohonan diajukan dengan mempertimbangkan opini publik meski bukti penting belum diperoleh. Menurut Ha, kemungkinan kedua dinilai lebih masuk akal karena pengadilan pada akhirnya menolak permohonan tersebut.

Pengadilan disebut menyatakan masih ada “ruang untuk sengketa” terkait tuduhan penggelapan, yang diartikan Ha sebagai indikasi bahwa dugaan tersebut belum dibuat jelas. Selain itu, sikap Seungri selama proses penyelidikan juga menjadi pertimbangan. Ha menyebut Seungri sempat dijadwalkan menjalani wajib militer, tetapi mengajukan penundaan atas keinginannya sendiri. Permintaan itu awalnya tidak disetujui, namun setelah dokumen diperkuat, penundaan akhirnya dikabulkan. Ha juga menyatakan Seungri sejauh ini mengikuti penyelidikan dan dinilai menunjukkan sikap kooperatif.

Dalam analisisnya, Ha mengkritik intensitas penyelidikan yang dilakukan polisi. Ia menyebut Seungri telah dipanggil dan diperiksa 18 kali dalam 78 hari. Ha menilai langkah tersebut sebagai penyelidikan yang terarah dan didorong opini publik, bukan berdasarkan kebutuhan penahanan.

Ha juga menilai fokus kasus bergeser. Menurutnya, penyelidikan yang semula terkait Burning Sun berubah menjadi skandal yang berpusat pada Seungri secara personal, seolah menjadi penyelidikan terpisah. Ia menyebut sorotan media yang berkelanjutan memicu kegaduhan publik, namun pada akhirnya tidak berujung pada penahanan.

Ha menekankan bahwa otoritas publik seharusnya bertindak adil dan tidak memperlakukan selebritas dengan standar yang lebih ketat semata karena tekanan publik. Ia menilai tidak masuk akal menahan seseorang tanpa dasar yang kuat hanya karena banyak pihak menuntutnya, dan hal itu menjadi alasan munculnya keraguan terhadap penyelidikan polisi.

Selain itu, Ha menyoroti bahwa isu Burning Sun—yang mencakup dugaan kekerasan seksual, narkoba, dan dugaan koneksi polisi—disebut perlahan meredup dari sorotan. Ia menilai polemik yang menimpa Seungri justru membuat kasus Burning Sun seakan terselamatkan dari eksposur besar.

Ha mempertanyakan apakah aparat terdorong memusatkan penyelidikan pada Seungri karena tuduhan dalam kasus Burning Sun dianggap kurang kuat, atau justru sengaja mengalihkan perhatian dari Burning Sun dengan memperpanjang sorotan terhadap Seungri. Ia memperingatkan, jika situasi ini berlanjut, kasus tersebut dapat dikenang sebagai contoh penyelidikan besar yang dipimpin opini publik, sementara penyelidikan Burning Sun berpotensi dianggap berakhir antiklimaks.