Pasar teknologi global disebut akan mendapat kejutan pada Maret 2026 lewat kehadiran MacBook Neo. Perangkat ini dikabarkan menjadi Mac berharga paling kompetitif dari Apple, dengan banderol mulai US$599 atau sekitar Rp 9 jutaan, untuk menjangkau pengguna yang lebih luas.
Strategi tersebut diposisikan sebagai upaya memperluas ekosistem perangkat lunak Apple ke segmen pelajar, keluarga, dan pengguna kasual. MacBook Neo juga digambarkan sebagai perangkat yang tetap membawa pendekatan premium, namun dengan harga yang lebih terjangkau dibanding lini Mac yang selama ini dikenal mahal.
Chip A18 Pro jadi sorotan utama
Daya tarik utama MacBook Neo disebut terletak pada penggunaan chip A18 Pro, yang sebelumnya digunakan pada lini iPhone flagship. Integrasi arsitektur chip mobile ke laptop diklaim menghadirkan efisiensi daya tinggi dan respons yang cepat untuk kebutuhan harian.
Konfigurasi yang disebutkan mencakup CPU 6-core dan GPU 5-core untuk multitasking, serta Neural Engine 16-core dengan kemampuan AI hingga 35 TOPS. Perangkat ini juga disebut mengandalkan sistem pendingin pasif tanpa kipas, sehingga tetap senyap saat dipakai bekerja dalam waktu lama.
Rincian teknis yang disorot meliputi prosesor A18 Pro, unified memory 8GB, penyimpanan SSD mulai 256GB, serta desain tanpa kipas. Peralihan dari chip seri M ke seri A pada laptop ini juga dipandang sebagai gambaran optimasi ekosistem perangkat keras Apple.
Desain baru, layar 13 inci Liquid Retina
Dari sisi tampilan, MacBook Neo disebut membawa desain yang lebih segar dibanding MacBook Air yang selama ini dianggap konservatif. Bodi aluminium tipis dan ringan dipadukan dengan pilihan warna baru seperti indigo, blush, dan citrus.
Untuk layar, perangkat ini dikabarkan memakai panel 13 inci Liquid Retina beresolusi 2408×1506 dengan kecerahan 500 nits. Refresh rate disebut 60Hz, namun ketajaman warna dan akurasi sRGB diklaim tetap memadai untuk streaming dan pengeditan foto ringan.
Perbedaan varian: penyimpanan dan Touch ID
Informasi yang beredar juga memuat perbandingan dua varian. Varian dasar membawa SSD 256GB dan disebut tidak memiliki Touch ID, sementara varian 512GB disebut sudah mendukung Touch ID. Keduanya sama-sama memakai chip A18 Pro, RAM 8GB, dan memiliki dua port USB-C.
Harga estimasi yang dicantumkan adalah sekitar Rp 9.500.000 untuk varian 256GB dan sekitar Rp 12.500.000 untuk varian 512GB. Perbedaan ketersediaan Touch ID dan kapasitas penyimpanan menjadi pertimbangan utama sebelum memilih varian.
Klaim baterai hingga 16 jam dan dukungan AI
Daya tahan baterai menjadi salah satu poin yang diunggulkan. MacBook Neo diklaim mampu bertahan hingga 16 jam dalam sekali pengisian daya, yang disebut impresif untuk laptop di kelas harga terjangkau.
Perangkat ini juga dikaitkan dengan integrasi Apple Intelligence, yang disebut memungkinkan fitur AI berjalan secara lokal di perangkat. Kemampuan tersebut mencakup pengolahan teks otomatis, asistensi produktivitas, hingga penyuntingan gambar berbasis AI tanpa bergantung pada koneksi internet yang stabil.
Untuk penggunaan sehari-hari, pengalaman mengetik dan navigasi disebut didukung Magic Keyboard dan trackpad yang luas. Namun, ada batasan yang dicatat, yakni dukungan monitor eksternal hanya satu layar 4K 60Hz.
Catatan sebelum membeli
Meski diposisikan sebagai opsi terjangkau, MacBook Neo disebut tidak ditujukan untuk pekerjaan berat seperti rendering video 8K atau pengembangan perangkat lunak berskala besar. Ketiadaan Touch ID pada varian dasar juga bisa menjadi pertimbangan bagi pengguna yang memprioritaskan akses cepat dan keamanan.
Selain itu, calon pembeli perlu memperhatikan kebijakan penjualan adaptor pengisi daya yang disebut terpisah di beberapa wilayah, karena dapat memengaruhi perhitungan anggaran.
Adapun kelompok pengguna yang dinilai paling cocok adalah pelajar yang membutuhkan perangkat ringan untuk tugas dan riset, pekerja jarak jauh yang sering berpindah tempat, serta pengguna kasual yang ingin mencoba ekosistem macOS dengan investasi awal lebih rendah.

