Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) memastikan informasi yang menyebut Israel menyerang Makkah hingga menewaskan jamaah haji asal Indonesia adalah tidak benar. Isu tersebut sempat beredar luas di media sosial dan memicu kekhawatiran di tengah masyarakat menjelang musim haji.
Klaim itu muncul dari unggahan akun Facebook bernama Sukmana Wijaya yang menampilkan sebuah video disertai narasi bahwa bom Israel menghantam Mekah dan menewaskan puluhan orang yang sedang menjalankan ibadah haji. Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, mengatakan unggahan tersebut sempat menarik perhatian pengguna media sosial.
Menurut Septiaji, konten itu telah ditonton sekitar 800 kali dan dibagikan hingga 82 kali. Setelah dilakukan penelusuran menggunakan berbagai alat verifikasi digital, Mafindo menyimpulkan video tersebut tidak sesuai dengan narasi yang menyertainya.
“Hasil penelusuran ini adalah video yang diunggah pada Maret 2026 kemarin. Jadi ini aslinya adalah konteksnya video serangan terhadap Ibu Kota Iran, yaitu Teheran,” kata Septiaji dalam program Cek Fakta Pro 3 RRI di Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.
Ia menambahkan, klaim mengenai korban jamaah haji juga tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Berdasarkan informasi resmi, pelaksanaan ibadah haji 2026 belum dimulai sehingga belum ada jamaah yang berada di lokasi tersebut.
Septiaji menyebut informasi serupa juga telah diluruskan oleh Muhammadiyah dan juru bicara Kementerian Haji dan Umrah. Ia menyampaikan bahwa ibadah haji 2026 baru akan dimulai pada 21 April.
Mafindo mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi di media sosial tanpa verifikasi. Publik juga diminta merujuk pada sumber resmi dan media kredibel untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.

