Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan pemerintah memprioritaskan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara untuk bekerja ke luar negeri. Fasilitasi tersebut dilakukan melalui program penempatan pekerja migran sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi pascabencana.
Pernyataan itu disampaikan Mukhtarudin usai menghadiri rapat terbatas menteri bersama kementerian terkait di Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).
“Ini akan kita prioritaskan kepada daerah-daerah yang terdampak, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Akan kita fasilitasi pelatihan kemudian penempatannya,” kata Mukhtarudin.
Ia menjelaskan, program tersebut sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto terkait penempatan pekerja migran. Secara nasional, Indonesia menargetkan penempatan 500 ribu pekerja migran, yang terdiri atas 300 ribu lulusan SMK melalui program “SMK go global” dan 200 ribu dari jalur umum.
“Program Bapak Presiden prioritas tentang penempatan 500 ribu pekerja migran ke luar negeri, 300 ribu dari SMK go global, dan 200 ribu dari umum, ini akan kita prioritaskan kepada daerah-daerah yang terdampak,” ujarnya.
Selain penempatan pekerja migran, Kementerian P2MI juga menyiapkan pendampingan bagi keluarga pekerja migran yang terdampak bencana. Mukhtarudin menyebut, tercatat lebih dari 2.123 keluarga pekerja migran terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
“Bagi keluarga pekerja migran yang terdampak, ada lebih 2.123 keluarga migran yang terdampak di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara,” ucapnya.
Menurut Mukhtarudin, pemulihan keluarga pekerja migran terdampak bencana di Sumatra akan dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos). Ia menambahkan, pendampingan lanjutan akan dilakukan oleh Kementerian P2MI setelah bantuan pemberdayaan disalurkan.
“Pemulihannya kita bekerja bersama dengan Kementerian Sosial, kemudian nanti proses pendampingannya dari kami,” kata Mukhtarudin.

