Nasky Putra Tandjung Luncurkan Buku tentang Polri Presisi, Tekankan Polri sebagai Pilar Kedaulatan Negara

Nasky Putra Tandjung Luncurkan Buku tentang Polri Presisi, Tekankan Polri sebagai Pilar Kedaulatan Negara

Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, meluncurkan buku berjudul “Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat — Memimpin dengan Keteladanan: Rekam Jejak Jenderal Listyo Sigit Prabowo bagi NKRI”. Dalam peluncuran tersebut, Nasky menekankan pandangannya bahwa Polri tidak hanya berperan sebagai institusi teknis, tetapi juga menjadi pilar utama kedaulatan negara.

Acara peluncuran digelar di Dandia Coffee, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Andi Kurniawan, SH., M.H (Ketua PB HMI 2023–2025) dan Denni Wahyudi (Penulis Buku Indonesia Emas), serta dimoderatori Riski Agussalim (Alumni Pascasarjana UI). Sejumlah elemen mahasiswa, organisasi kepemudaan (OKP), organisasi kemasyarakatan, dan komunitas ojek online turut hadir.

Dalam pernyataannya, Nasky mengajak masyarakat memahami arah transformasi Polri Presisi dalam mendukung agenda pembangunan nasional. “Melalui buku ini, saya mengajak seluruh anak bangsa untuk memahami arah transformasi Polri Presisi dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Semoga kehadiran buku ini menambah wawasan kebangsaan, memperkaya literasi publik, dan memperkuat optimisme kita menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Nasky, dikutip redaksi di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Nasky, yang juga Ketua Indonesia Youth Epicentrum, menilai Polri merupakan wajah negara di mata masyarakat. Menurutnya, kehadiran dan kinerja Polri dapat memengaruhi persepsi publik tentang apakah negara benar-benar melindungi warga atau justru mengikis kepercayaan masyarakat.

Ia juga menyinggung arah kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang, menurutnya, mengusung delapan agenda strategis yang dikenal sebagai Asta Cita. Nasky menyebut agenda tersebut mencakup upaya memperkuat kedaulatan, pertahanan dan keamanan, pembangunan ekonomi, serta keadilan sosial.

Terkait transformasi Polri, Nasky menegaskan bahwa paradigma Presisi—Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan—bukan sekadar proyek administratif. Ia menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Polri diarahkan menjadi institusi yang modern, terbuka, demokratis, responsif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Nasky juga memaparkan sejumlah tantangan yang dinilainya dihadapi bangsa saat ini, mulai dari kejahatan siber, kejahatan terorganisasi, radikalisme, konflik sosial, hingga disrupsi teknologi. Ia menilai tantangan tersebut menguji ketahanan hukum negara. “Di medan inilah Polri Presisi diuji: apakah hanya kuat secara struktur, atau benar-benar adil dalam fungsinya,” tegasnya.

Sementara itu, Andi Kurniawan menyampaikan apresiasi atas peluncuran buku tersebut sebagai sarana literasi bagi masyarakat. Menurutnya, buku itu penting sebagai literatur kebijakan publik yang menghubungkan visi kepemimpinan nasional, arah pembangunan hukum, serta peran strategis Polri sebagai garda terdepan pelayanan negara dalam mewujudkan program strategis nasional.