Menteri Pertahanan RI sekaligus presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto, dinilai berpeluang membawa Indonesia menuju kemakmuran. Penilaian itu disampaikan Duggan Flanakin, Direktur Penelitian Kebijakan di Committee For A Constructive Tomorrow, dalam artikel opini yang dimuat media Amerika Serikat, Newsmax, Kamis (22/8/2024).
Dalam tulisannya berjudul Subianto Can Steer Indonesia to Prosperity, Flanakin menyoroti perjalanan pengabdian Prabowo yang disebut telah berlangsung puluhan tahun, baik di militer maupun dalam berbagai posisi politik. Ia menilai fokus pengabdian tersebut berkaitan dengan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Flanakin juga menyinggung kinerja Prabowo selama empat tahun terakhir sebagai Menteri Pertahanan di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, Prabowo meluncurkan program pemenuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang disebut sebagai salah satu yang paling komprehensif dalam dunia pertahanan dalam 50 tahun terakhir.
Ia menyebut Prabowo meluncurkan rencana anggaran jangka panjang yang mencakup seluruh cabang militer, dengan tujuan menjamin kedaulatan Indonesia di tengah dinamika keamanan kawasan. Flanakin menggambarkan perubahan paradigma keamanan dapat mengarah pada situasi yang lebih tidak aman di masa depan.
Selain itu, Flanakin menyatakan Prabowo dikenal di kalangan prajurit karena kecerdasan dan kemampuannya di berbagai bidang. Ia juga menulis bahwa perwira Angkatan Darat Amerika Serikat yang pernah bekerja dengan Prabowo pada 1990-an menjulukinya “The Red Baron” karena kemampuannya.
Flanakin menilai popularitas Prabowo di kalangan prajurit menjadi modal untuk menangani korupsi dan penyalahgunaan, serta melakukan reformasi yang berani, meski hal itu disebut dapat memunculkan ketidakpuasan dari sejumlah pihak.
Dalam konteks pencalonan presiden, Flanakin menilai Prabowo menonjol dibanding kandidat lain karena kedekatannya dengan rakyat. Ia menekankan bahwa sepanjang kariernya, Prabowo disebut konsisten tampil sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat.
Flanakin juga mengangkat rekam jejak Prabowo di militer, termasuk operasi penyelamatan sandera di Papua pada pertengahan 1990-an. Dalam artikel tersebut, ia menulis Prabowo memimpin operasi yang dinilai berisiko tinggi dan menyelamatkan 26 sandera, termasuk beberapa warga Eropa, yang disandera oleh anggota Organisasi Papua Merdeka.
Di luar isu pertahanan, Flanakin menyebut Prabowo dikenal dengan pendekatan yang ramah terhadap bisnis. Ia menilai Prabowo memiliki keyakinan kuat bahwa pengusaha memegang peran penting dalam transformasi Indonesia menjadi negara dengan ekonomi maju.

