Padian Adi Siregar Minta Pemerintah dan Pertamina Transparan Soal Stok BBM Agar Tak Picu Kepanikan

Padian Adi Siregar Minta Pemerintah dan Pertamina Transparan Soal Stok BBM Agar Tak Picu Kepanikan

Ketua Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen, Padian Adi S. Siregar, meminta pemerintah dan PT Pertamina (Persero) menyampaikan informasi yang jelas, akurat, dan transparan terkait kondisi stok serta distribusi bahan bakar minyak (BBM). Ia menilai keterbukaan informasi diperlukan agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Permintaan itu disampaikan menyusul munculnya antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan, terutama setelah pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyebut stok BBM sanggup untuk 20 hari.

“Pemerintah dan Pertamina perlu menyampaikan informasi secara utuh kepada masyarakat. Jangan sampai pernyataan yang tidak lengkap justru menimbulkan kepanikan publik,” ujar Padian, Jumat, 6 Maret 2026.

Menurut Padian, informasi yang tidak disampaikan secara komprehensif berpotensi memunculkan persepsi bahwa pasokan BBM akan mengalami gangguan. Kondisi itu, kata dia, dapat mendorong masyarakat berbondong-bondong mengisi bahan bakar dan memperpanjang antrean.

Ia menekankan pentingnya komunikasi publik yang baik untuk meredam spekulasi yang berkembang. Padian menilai penjelasan Pertamina sejauh ini terkesan lebih banyak disampaikan melalui media arus utama, sementara pemanfaatan media sosial masih minim. Ia mencontohkan hingga pukul 13.50 WIB, akun Instagram @pertamina_medan Pertamina Sales Area Retail Medan maupun akun Instagram Pertamina-Sumbagut belum memuat informasi yang menjelaskan kondisi yang terjadi.

“Pemerintah dan Pertamina perlu segera memberikan penjelasan resmi menggunakan seluruh instrumen media yang mereka miliki mengenai kondisi stok dan distribusi BBM agar masyarakat tidak berspekulasi,” katanya.

Padian juga menilai kekhawatiran masyarakat tidak terlepas dari situasi geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, yang dinilainya berpotensi memengaruhi stabilitas harga minyak dunia serta pasokan energi global.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying. “Masyarakat sebaiknya membeli BBM sesuai kebutuhan. Jika terjadi pembelian secara berlebihan, justru dapat memperparah antrean di SPBU,” ujarnya.

Selain itu, Padian meminta pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM di berbagai daerah, termasuk di Kota Medan, guna memastikan pasokan tetap tersedia serta mencegah praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat sebagai konsumen.

Menurutnya, stabilitas distribusi energi berperan penting dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat sehari-hari. “Koordinasi antara pemerintah, Pertamina, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar distribusi BBM tetap terjaga dan situasi di masyarakat tetap kondusif,” kata Padian.