Karawang—Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa combine harvester dari Kementerian Pertanian yang ditujukan untuk mendukung efisiensi panen di Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, dipertanyakan oleh petani Desa Solokan. Sejumlah petani mengaku belum pernah melihat alat tersebut berada di wilayah mereka, termasuk saat musim panen.
Combine harvester itu diketahui merupakan bantuan hibah untuk Gapoktan Solokan Jaya. Namun, beberapa petani menyebut keberadaan alat tersebut tidak jelas, sehingga manfaat yang diharapkan belum dirasakan masyarakat.
“Kami para petani tidak tahu di mana combine harvester itu berada saat ini. Yang kami tahu hanya ada bantuan dari kementerian, tapi barangnya tidak pernah terlihat di desa,” ujar seorang petani Desa Solokan, Selasa (21/4).
Kepala Desa Solokan, Hasan Saepudin, membenarkan bahwa kelompok tani di desanya memang menerima bantuan combine harvester tersebut. Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti lokasi alat itu saat ini.
Sementara itu, Kepala UPTD Pertanian Pakisjaya, Ahmad Solihin, menjelaskan bahwa combine harvester tersebut untuk sementara berada di wilayah Telagasari. Menurutnya, alat itu ditahan sementara sebelum ditarik kembali ke Pakisjaya.
“Memang saat ini tidak ada di lokasi. Informasinya, alat itu berada di Telagasari dan akan ditarik dalam beberapa hari ke depan. Katanya menunggu biaya operasional angkut tertutupi,” kata Ahmad Solihin.
Ia menambahkan, pengelolaan alat tersebut merupakan kewenangan Gapoktan, sedangkan UPTD hanya melakukan pemantauan. “Itu hak Gapoktan. Yang penting kami memonitor dan memastikan barangnya ada,” ujarnya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan petani, terlebih disebutkan adanya surat edaran Dinas Pertanian Kabupaten Karawang yang menyatakan penggunaan combine harvester seharusnya diprioritaskan untuk kebutuhan petani di wilayah sendiri dan tidak diperkenankan keluar daerah selama kebutuhan belum terpenuhi.
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua Gapoktan Solokan Jaya belum berhasil dimintai keterangan. Upaya konfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp juga belum mendapat respons.
Sejumlah petani berharap ada kejelasan dan keterbukaan terkait pengelolaan bantuan tersebut agar tepat sasaran dan benar-benar dapat dimanfaatkan. “Kalau memang untuk petani, seharusnya kami yang pertama merasakan manfaatnya. Jangan sampai bantuan hanya jadi cerita tanpa bukti,” ujar petani lainnya.

