Sejumlah pemberitaan dengan judul sensasional yang menyiratkan Rusia enggan memberikan diskon harga minyak kepada Indonesia dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik. Cek Fakta RI menyebut narasi tersebut membelokkan konteks dan tidak sepenuhnya mencerminkan substansi pernyataan yang sebenarnya.
Menurut penelusuran Cek Fakta RI, penggunaan kutipan dalam pemberitaan tersebut dinilai keluar dari konteks sehingga memunculkan interpretasi keliru. Kedutaan Besar Rusia di Indonesia pun menegaskan bahwa isi pemberitaan itu tidak mencerminkan pernyataan resmi secara utuh.
Dalam keterangan yang dikutip Cek Fakta RI melalui akun Instagramnya pada Minggu (19/4), Rusia menyatakan tetap terbuka untuk menjalin kerja sama energi dengan Indonesia secara berkelanjutan. Disebutkan pula bahwa penetapan harga dilakukan melalui mekanisme bisnis yang mengikuti dinamika pasar global.
Kedutaan Besar Rusia di Indonesia juga menyinggung kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Moskow sebagai momentum untuk memperkuat peluang kerja sama di sektor minyak dan gas antara kedua negara. Kedutaan menyatakan komitmen untuk memperluas kemitraan strategis di bidang tersebut dinilai kuat, sementara format kerja sama tertentu saat ini sedang dibahas sesuai mekanisme bisnis yang berlaku.

