SPPG Program Makan Bergizi Gratis di Tuban Gelar Diskusi Literasi Media untuk Perkuat Transparansi

SPPG Program Makan Bergizi Gratis di Tuban Gelar Diskusi Literasi Media untuk Perkuat Transparansi

Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tuban menggelar diskusi bertajuk “Ngaji Melek Media” pada Rabu, 4 Maret 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat tata kelola eksternal sekaligus meningkatkan transparansi publik terkait pelaksanaan program nasional tersebut.

Diskusi dihadiri beberapa kepala SPPG (SPPI), pengawas gizi, akuntan, mitra yayasan dari wilayah Kecamatan Kerek dan Tuban Kota, serta awak media. Forum tersebut dirancang untuk membedah pola komunikasi publik terkait Program MBG dan membahas upaya peningkatan kualitas gizi yang disajikan kepada siswa sekolah.

Kepala SPPG Kedungrejo 1 Kerek, Wahyu Bagus Kurniawan, menyebut diskusi ini sebagai langkah strategis untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan di tingkat SPPG. Ia menekankan pentingnya pengawasan proses secara menyeluruh dari tahap pengolahan hingga makanan diterima siswa.

“Kami ingin memastikan setiap proses terpantau dengan baik, mulai dari dapur hingga ke tangan siswa,” ujar Wahyu.

Sementara itu, Kepala SPPG Kedungrejo 2, Muhammad Hasby Alifka R, mengatakan “Ngaji Melek Media” juga membahas mitigasi isu-isu menonjol, termasuk penanganan dugaan kasus keracunan makanan yang kerap dikaitkan dengan program MBG. Para kepala SPPG mendiskusikan langkah penanganan pemberitaan (crisis management) serta cara merespons cepat isu yang beredar di media sosial.

“Kami butuh dukungan media untuk melaporkan jika ada penyimpangan, sekaligus mengedukasi publik mengenai asupan gizi seimbang sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN),” kata Hasby.

Mitra dapur SPPG Kedungrejo Kerek, Wenny Madena, menyambut positif kolaborasi tersebut dan berharap kegiatan literasi media dapat dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, dapur operasional membutuhkan publikasi yang edukatif, sekaligus mendorong transparansi dan sinergi antara pelaksana program MBG dengan insan pers.

Di sisi lain, jurnalis JTV Zikky Mohammad menilai literasi digital diperlukan bagi pengelola dapur. Ia juga menyampaikan bahwa media kerap mengalami kesulitan menemui narasumber resmi dari lembaga pelaksana MBG di daerah, baik di tingkat koordinator kabupaten maupun kecamatan.

“Inisiasi mitra dapur mengundang pers untuk duduk bersama dalam ‘Ngaji Melek Media’ sangat kami hargai. Ini penting untuk menyamakan persepsi dalam memberikan keterbukaan informasi akurat dan berimbang kepada masyarakat luas,” ujar Zikky.