Survei Indikator Politik Awal 2026: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Publik

Survei Indikator Politik Awal 2026: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Publik

Hasil survei Indikator Politik Indonesia pada awal 2026 menunjukkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi lembaga yang paling dipercaya publik. Dalam survei tersebut, tingkat kepercayaan terhadap TNI mencapai 93 persen, terdiri atas 15 persen responden yang menyatakan sangat percaya dan 78 persen cukup percaya.

Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan tingkat kepercayaan terhadap TNI sebenarnya mengalami penurunan meski masih berada di atas 90 persen. “Sebenarnya agak sedikit turun trust terhadap TNI ini, meskipun masih di atas 90 persen,” ujarnya dalam konferensi pers hasil survei di Jakarta, Minggu.

Setelah TNI, lembaga yang menempati posisi kedua dalam tingkat kepercayaan publik adalah Presiden. Peringkat berikutnya ditempati Kejaksaan Agung, disusul Mahkamah Konstitusi, Pengadilan, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI berada di posisi terbawah dalam daftar lembaga yang dipercaya.

Burhanuddin menilai penurunan tingkat kepercayaan terhadap TNI dibanding survei sebelumnya berkaitan dengan indikasi meluasnya peran TNI di luar urusan pertahanan. Ia menyebut adanya indikasi keterlibatan TNI dalam sejumlah bidang non-pertahanan. “Kan sudah ada indikasi TNI masuk ke MBG, masuk ke Koperasi Merah Putih, dan seterusnya ya. Semakin TNI ikut terlibat urusan non-pertahanan ya,” katanya.

Ia menambahkan, TNI perlu melakukan koreksi agar tidak terlalu terlibat dalam urusan sipil.

Survei ini dilakukan pada 15–21 Januari 2026 terhadap 1.220 responden melalui metode wawancara tatap muka. Indikator Politik Indonesia menyebut survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar 2,9 persen.