Film Horor "Juminten Edan" Dijadwalkan Tayang 2026, Angkat Teror Psikologis Perempuan Disabilitas

Film Horor "Juminten Edan" Dijadwalkan Tayang 2026, Angkat Teror Psikologis Perempuan Disabilitas

Mercusuar Films bersama Digital Frame Production merilis first look film horor terbaru berjudul Juminten Edan yang dijadwalkan tayang pada 2026. Film ini digarap oleh sutradara Dedy Mercy dan Jonathan Ozoh, dengan naskah yang ditulis Alim Sudio.

Juminten Edan menghadirkan kisah horor yang menitikberatkan pada teror psikologis. Cerita berpusat pada Juminten, seorang perempuan disabilitas yang mengalami hambatan bicara dan pendengaran, yang menjadi titik utama rangkaian peristiwa mencekam dalam film tersebut.

Juminten, yang diperankan Meisya Amira, diceritakan pulang ke pulau terpencil tempat ia dibesarkan setelah delapan tahun merantau. Ia kembali bersama suami dan anaknya, dan pada awalnya kepulangan itu disambut hangat oleh keluarga besar.

Namun, suasana tersebut perlahan berubah ketika perilaku Juminten mulai menunjukkan perubahan drastis. Ia digambarkan mulai memperlihatkan gelagat tidak wajar yang kemudian mengancam keselamatan orang-orang terdekatnya. Di balik tindakan-tindakan berbahaya itu, tersimpan rahasia kelam serta trauma masa lalu yang perlahan terungkap.

Sutradara Dedy Mercy menyebut film ini dipersiapkan secara matang dengan tujuan membawa horor ke ranah yang lebih personal dan realistis. Ia mengatakan, film ini ingin menghadirkan miniatur persoalan sosial dalam keluarga, sekaligus menyampaikan pesan bahwa di era modern, kewarasan kerap justru muncul dari orang-orang yang dianggap “gila”.

Melalui kisah Juminten, film ini memotret bagaimana luka lama yang tidak terselesaikan dapat meledak menjadi teror, hingga rumah yang seharusnya menjadi ruang aman berubah menjadi tempat penuh ancaman.