Indonesia resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam keanggotaan tersebut, Indonesia menyatakan komitmen untuk mengirim ribuan pasukan perdamaian ke Gaza serta membayar iuran sekitar USD 1 miliar atau setara Rp 17 triliun.
Kebijakan ini memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Pemerintah menyatakan partisipasi Indonesia dalam BoP ditujukan untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun mengatakan pihaknya melakukan survei untuk memetakan opini publik, khususnya di kalangan pengguna media sosial, terkait keanggotaan Indonesia dalam BoP.
Berdasarkan hasil survei, 78,8 persen responden menyatakan mengetahui adanya BoP dengan tingkat kesadaran yang beragam. Namun, dari kelompok yang mengetahui tersebut, hanya 31,2 persen yang mengaku memahami secara detail. Sementara itu, 47,6 persen responden menyebut pernah mendengar atau mengetahui, tetapi tidak memahami rinciannya.
Dalam hal sikap terhadap keanggotaan Indonesia, survei mencatat 50,4 persen responden menyatakan tidak setuju Indonesia bergabung dengan BoP. Adapun 34,8 persen responden menyatakan setuju, dan 14,8 persen menyatakan belum menentukan sikap.
Survei juga menunjukkan 66,2 persen responden mengaku khawatir keanggotaan Indonesia dalam BoP akan melemahkan perjuangan Indonesia untuk Palestina. Sementara 20,5 persen responden menyatakan tidak khawatir.
Terkait efektivitas BoP dalam membantu perjuangan rakyat Palestina, 43,6 persen responden menilai keberadaan BoP tidak akan banyak membantu. Sementara 40,4 persen responden menilai BoP dapat membantu perjuangan Palestina.
Survei Median dilaksanakan pada 10–14 Februari 2026 melalui penyebaran kuesioner berbasis Google Form yang dibagikan melalui media sosial. Responden yang disasar adalah pengguna aktif media sosial berusia 17 tahun hingga di atas 60 tahun. Total sampel yang dihimpun sebanyak 1.200 responden, dengan penyebaran kuesioner secara proporsional terhadap populasi melalui berbagai akun media sosial di seluruh Indonesia.

