Survei UI: Prabowo-Gibran Teratas, 68,6 Persen Responden Ingin Pilpres 2024 Sekali Putaran

Survei UI: Prabowo-Gibran Teratas, 68,6 Persen Responden Ingin Pilpres 2024 Sekali Putaran

Hasil survei Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI) menempatkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, di posisi teratas, meninggalkan dua pesaingnya, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Temuan itu disampaikan Guru Besar Psikologi Politik UI Prof Dr Hamdi Muluk MSi dalam press release Survei Nasional bertajuk Dinamika Psikologis Masyarakat: Pilihan Politik dan Isu Jelang Pemilu, Jumat (19/1/2024). Survei tersebut menggunakan simulasi pemilihan presiden dengan aplikasi yang menyerupai format surat suara.

Dalam simulasi elektabilitas, Prabowo-Gibran memperoleh 43,9 persen, disusul Anies-Muhaimin 27,2 persen dan Ganjar-Mahfud 25,9 persen. Sementara responden yang belum menentukan pilihan tercatat 2,8 persen.

Hamdi menyebut mayoritas responden mengaku yakin dengan pilihannya. Sebanyak 82,9 persen menyatakan sangat yakin, 15,3 persen mengaku masih mungkin berubah, dan 1,8 persen menjawab tidak tahu.

Selain peta elektabilitas, survei juga memotret persepsi publik terkait kemungkinan Pilpres 2024 berlangsung satu putaran atau dua putaran. Hasilnya, 68,6 persen responden menyatakan lebih senang pilpres berlangsung sekali putaran, sedangkan 31,4 persen memilih dua putaran.

Alasan utama responden yang menginginkan sekali putaran adalah penghematan biaya (29,1 persen) dan penghematan waktu (23,5 persen). Alasan lain yang muncul ialah mencegah eskalasi konflik (10,3 persen) serta mengurangi durasi ketidakpastian politik (8,9 persen). Hamdi menyimpulkan, jika digabung, alasan penghematan biaya dan waktu mencapai 52,6 persen.

Adapun responden yang lebih memilih pilpres dua putaran menyampaikan sejumlah alasan, di antaranya untuk mengurangi potensi kecurangan (25,8 persen), mengurangi kemungkinan mobilisasi dukungan (9,2 persen), menjamin asas demokrasi (4,1 persen), serta memaksimalkan anggaran yang sudah disiapkan untuk dua putaran (2,9 persen).

Survei juga menanyakan persepsi responden tentang siapa yang akan menang jika pilpres berlangsung satu putaran. Hasilnya, 51,3 persen responden memprediksi Prabowo-Gibran sebagai pemenang, diikuti Anies-Muhaimin 25,3 persen dan Ganjar-Mahfud 23,4 persen. Terkait kewajaran pilpres satu putaran, 78,6 persen responden menilai hal itu wajar, sedangkan 21,4 persen menilai tidak wajar.

Dalam simulasi dua kandidat (head to head), Prabowo-Gibran juga diproyeksikan unggul. Pada skenario Prabowo-Gibran melawan Ganjar-Mahfud, hasilnya 48 persen berbanding 31,4 persen. Sementara pada skenario Prabowo-Gibran melawan Anies-Muhaimin, hasilnya 49,6 persen berbanding 30 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Burhanuddin Muhtadi MA PhD menyampaikan bahwa mayoritas lembaga survei mengunggulkan pasangan nomor urut 2. Namun, ia menilai persaingan untuk posisi kedua antara pasangan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud masih belum dapat dipastikan.

Burhanuddin menyebut sejumlah survei dari berbagai lembaga menunjukkan pola yang sama, yakni perbedaan elektabilitas pasangan nomor urut 1 dan 3 berada dalam margin of error. Karena itu, ia menilai tidak bisa disimpulkan secara statistik bahwa salah satu lebih unggul secara signifikan, meski secara absolut angkanya bisa terlihat berbeda.

Survei Laboratorium Psikologi Politik UI dilakukan pada 8–16 Januari 2024, sehari setelah Debat Ketiga Pilpres. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1.810 responden dari 34 provinsi. Pengambilan data dilakukan secara tatap muka, dengan pengisian melalui aplikasi seluler. Dengan asumsi simple random sampling, margin of error survei sekitar ±2,30 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.