Tautan Pendaftaran Petugas Haji 2026 di Media Sosial Dipastikan Hoaks, Warga Diimbau Waspada

Tautan Pendaftaran Petugas Haji 2026 di Media Sosial Dipastikan Hoaks, Warga Diimbau Waspada

Di media sosial beredar tautan yang diklaim sebagai akses pendaftaran seleksi petugas haji periode 2026. Tautan tersebut mengatasnamakan Kementerian Haji dan Umrah dan disertai narasi berisi sejumlah persyaratan pendaftar.

Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan itu dipastikan hoaks dan diduga menjadi bagian dari modus pencurian data pribadi (phishing). Tautan serupa diketahui dibagikan melalui beberapa unggahan Facebook pada April 2026.

Hasil penelusuran menunjukkan seleksi petugas haji 2026 telah ditutup. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terpilih disebut telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 20 hari pada 30 Januari 2026.

Dalam unggahan Instagram Kementerian Haji dan Umrah, para petugas disebut dibekali pengetahuan dan keterampilan, serta nilai disiplin, integritas, dan pengabdian. Kementerian juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai informasi palsu terkait petugas haji, termasuk dokumen palsu mengenai pengumuman petugas haji 2026.

“Jangan mudah percaya yaa, apalagi jika diminta mengklik tautan mencurigakan atau membagikan data,” tulis Kemenhaj di Instagram pada 4 April 2026.

Adapun tautan yang beredar di Facebook mengarah ke laman yang meminta pengunjung memasukkan data seperti nama lengkap, asal provinsi, jenis kelamin, dan nomor Telegram. Masyarakat diimbau tidak mengklik tautan tersebut, terlebih memasukkan data pribadi, karena berisiko disalahgunakan.

Kesimpulannya, tautan yang diklaim sebagai pendaftaran petugas haji 2026 merupakan hoaks. Seleksi petugas haji 2026 telah ditutup dan petugas terpilih telah menyelesaikan rangkaian pelatihan pada 30 Januari 2026.