Tiga Artikel Hoaks yang Sempat Viral di Media Sosial: dari Jokowi hingga Prabowo dan Bahlil

Tiga Artikel Hoaks yang Sempat Viral di Media Sosial: dari Jokowi hingga Prabowo dan Bahlil

Sejumlah hoaks berbentuk artikel palsu kembali beredar luas di masyarakat melalui media sosial dan aplikasi percakapan. Dalam beberapa waktu terakhir, Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan sedikitnya tiga unggahan yang menampilkan tangkapan layar artikel dengan judul provokatif, namun diklaim tidak benar.

Berikut daftar artikel hoaks yang sempat viral tersebut.

1. Hoaks artikel Jokowi menyerukan “gulingkan Prabowo”

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan yang menampilkan tangkapan layar artikel seolah-olah memuat seruan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggulingkan Presiden Prabowo. Unggahan ini beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun mengunggahnya di platform X pada 6 April 2026. Dalam unggahan tersebut terdapat tangkapan layar artikel yang disebut berasal dari Suara.com dengan judul: “Geger! Joko Widodo Serukan ‘Gulingkan Prabowo’: Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan”. Akun itu juga menambahkan narasi: “Itu editan, ini yang bener bro”.

2. Hoaks artikel Bahlil ancam denda Rp 20 juta bagi warga yang tidak mematikan kulkas malam hari

Hoaks lain yang ditemukan berupa unggahan artikel palsu yang mengklaim Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta rakyat mematikan kulkas dan lampu pada malam hari, atau akan didenda Rp 20 juta. Unggahan ini disebut telah beredar sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun mengunggahnya di Facebook pada 5 April 2026. Dalam postingan tersebut terdapat tangkapan layar artikel yang diklaim berasal dari Detik Finance berjudul: “Bahlil: Rakyat Indonesia Harus Hemat Listrik Matikan Kulkas dan Lampu Malam Hari Kalau Ga Didenda 20 juta Saya Ga Main Main”. Pengunggah menambahkan narasi: “Ada ada ajah pejabat yang satu ini… Malam hari rakyat harus matikan listrik kulkas… Lampu kalau gk di denda 20 jta sungguh fantastis sekali”.

3. Hoaks artikel Prabowo minta polisi menutup semua masjid jelang Lebaran

Tim Cek Fakta Liputan6.com juga menemukan postingan artikel yang mengklaim Presiden Prabowo meminta polisi menutup semua masjid menjelang Lebaran karena takut terjadi radikalisme. Unggahan ini beredar sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun mengunggahnya di Facebook pada 18 Maret 2026. Dalam unggahan itu terdapat tangkapan layar artikel yang disebut berasal dari Gelora News dengan judul: “Presiden Prabowo Meminta Polisi Tutup Semua Masjid Menjelang Lebaran Takut Terjadi Radikalisme”.

Ketiga unggahan tersebut sama-sama menampilkan tangkapan layar artikel dengan judul sensasional yang kemudian menyebar di media sosial. Tim Cek Fakta Liputan6.com menandai konten-konten tersebut sebagai hoaks dalam rangkaian pemeriksaan fakta.