Tiga Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemerintah Kota Mojokerto pada 2025 dilaporkan telah melampaui target yang ditetapkan. Capaian tersebut disampaikan dalam sosialisasi hasil kajian statistik tahun 2025 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto di ruang pertemuan Kelurahan Jagalan, Senin (17/11/2025).
Plt Kepala Diskominfo Kota Mojokerto, Santi Ratnaning Tias, menjelaskan bahwa dalam IKU Pemerintah Daerah tahun 2025 terdapat enam IKU kepala daerah. Dari jumlah tersebut, tiga indikator berhasil melampaui target, sementara tiga indikator lainnya belum tercapai.
“Yang melampaui yakni, angka kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia dan pertumbuhan ekonomi. Sedangkan yang belum tercapai yakni, indeks gini, indeks kualitas lingkungan hidup dan indeks reformasi birokrasi,” kata Santi dalam laporannya.
Santi merinci, angka kemiskinan tercatat 5,05 persen. Sementara Indeks Pembangunan Manusia berada pada angka 82,35 persen, dan pertumbuhan ekonomi tercatat 5,32 persen.
Adapun indikator yang belum tercapai meliputi Indeks Gini dengan ketercapaian 98,88 persen, Indeks Reformasi Birokrasi dengan capaian 99,33 persen, serta Indeks Kualitas Lingkungan Hidup dengan capaian 94,62 persen. Menurut Santi, capaian yang belum memenuhi target tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan ke depan.
Dalam sambutan pembukaan, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo menegaskan arahan Wali Kota Ika Puspitasari agar indikator kinerja yang sudah baik dipertahankan dan terus ditingkatkan. Sementara indikator yang belum tercapai diminta dianalisis untuk mengetahui faktor penyebab dan penghambatnya.
“Jika perlu, kita buat intervensi program dan kegiatan yang tepat agar indikator kinerja tersebut dapat tercapai,” ujar Gaguk.
Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Mojokerto dan diikuti perwakilan perangkat daerah yang membidangi penyusunan program, akademisi, perwakilan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), TP PKK, Dharma Wanita Persatuan Kota Mojokerto, serta perwakilan media massa.
Dalam kajian statistik tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto bekerja sama dengan Direktorat Kerjasama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) Institut Sepuluh Nopember. Hasil kajian dibukukan menjadi tiga buku dan dibagikan kepada peserta sosialisasi.

