Transparansi KSEI Ungkap Kepemilikan Saham Pemerintah Norwegia di BEI, Ini Daftarnya

Transparansi KSEI Ungkap Kepemilikan Saham Pemerintah Norwegia di BEI, Ini Daftarnya

Pembahasan mengenai keterbukaan data investor di pasar modal Indonesia ramai diperbincangkan di media sosial setelah informasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1% dapat diakses publik. Salah satu nama yang mencuat adalah Government of Norwegia atau Pemerintah Norwegia sebagai pemegang saham di sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pemerintah Norwegia tercatat aktif berinvestasi di pasar saham Indonesia dengan kepemilikan rata-rata sekitar 1% pada berbagai emiten. Dalam data yang dirilis, kepemilikan tersebut masuk kategori investor OT (Others), yakni kelompok investor yang tidak termasuk dalam klasifikasi standar seperti asuransi (IS), reksa dana (MF), dana pensiun (PF), perusahaan efek (SC), lembaga keuangan lain (IB), perusahaan (CP), yayasan (FD), maupun perorangan (ID).

Perubahan keterbukaan data ini muncul setelah PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) merilis data kepemilikan saham di atas 1% pada Selasa, 3 Maret 2026. Kebijakan tersebut memungkinkan publik mengakses informasi investor dengan porsi di bawah 5% yang sebelumnya tidak terpublikasi secara detail, sehingga meningkatkan transparansi di pasar modal Indonesia.

Berdasarkan data KSEI per 4 Maret 2026 (posisi akhir Februari 2026), berikut sebagian emiten yang tercatat dalam portofolio saham Pemerintah Norwegia di BEI:

PT Sentul City Tbk (BKSL): 1,94 miliar saham (1,16%)
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA): 608,24 juta saham (3,03%)
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF): 607 juta saham (1,30%)
PT Panin Financial Tbk (PNLF): 474,83 juta saham (1,48%)
PT Ciputra Development Tbk (CTRA): 458,22 juta saham (2,47%)
PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI): 402 juta saham (1,20%)
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA): 368,60 juta saham (2,31%)
PT Mayora Indah Tbk (MYOR): 348,46 juta saham (1,56%)
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA): 337,69 juta saham (2,43%)
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE): 335,40 juta saham (1,58%)
PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP): 335 juta saham (1,14%)
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA): 319,19 juta saham (1,93%)
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA): 258 juta saham (1,24%)
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES): 236,96 juta saham (1,38%)
PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS): 206,36 juta saham (2,68%)
PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA): 196,82 juta saham (1,14%)
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI): 175,63 juta saham (1,06%)
PT Vale Indonesia Tbk (INCO): 129,22 juta saham (1,23%)
PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA): 109,17 juta saham (1,49%)
PT Timah Tbk (TINS): 82,54 juta saham (1,11%)
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI): 82 juta saham (1,54%)