Video Bhutto Merobek Kertas di PBB 1971 Bukan Soal Larangan Senjata Nuklir

Video Bhutto Merobek Kertas di PBB 1971 Bukan Soal Larangan Senjata Nuklir

Sebuah video lama yang memperlihatkan seorang pria berpidato dengan emosi, merobek selembar kertas, lalu meninggalkan ruangan, kembali beredar di media sosial. Sejumlah unggahan menyebut pria itu adalah Presiden Pakistan Zulfikar Ali Bhutto yang merobek dokumen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena Pakistan dilarang mengembangkan senjata nuklir.

Namun, verifikasi menunjukkan klaim tersebut tidak sesuai dengan konteks peristiwa dalam video.

Berdasarkan penelusuran menggunakan pencarian gambar terbalik dan rujukan dari sejumlah sumber, sosok dalam rekaman itu memang Zulfikar Ali Bhutto. Video yang beredar berasal dari kanal YouTube Pakistan People Party (PPP) dan merekam suasana pertemuan di PBB pada 1971.

Dalam rekaman berdurasi sekitar 32 detik itu, Bhutto tidak menyinggung isu nuklir. Pernyataannya menunjukkan kemarahan karena menilai ada keputusan yang akan memaksanya menyerahkan sebagian wilayah Pakistan kepada pihak lain. Dalam terjemahan bahasa Indonesia, Bhutto mengatakan: “Keputusan Anda tidak akan mengikat kami. Anda dapat memutuskan apa yang Anda suka. Negaraku memanggilku. Mengapa saya harus membuang-buang waktu saya di Dewan Keamanan? Saya tidak akan menjadi pihak yang menyerahkan sebagian negara saya secara tercela.”

PBB juga menayangkan momen yang sama ketika Bhutto berjalan meninggalkan forum pada 15 Desember 1971. Agenda pertemuan tersebut adalah konsultasi mengenai rancangan resolusi terkait konflik India-Pakistan, bukan pembahasan pengembangan senjata nuklir.

Pemberitaan The New York Times juga menyebut Bhutto tidak membahas nuklir dalam forum itu. PPP menjelaskan kertas yang dirobek Bhutto bukan dokumen resmi atau piagam perjanjian PBB, melainkan catatan miliknya sendiri.

Selain itu, pada saat pertemuan tersebut Bhutto bukan menjabat sebagai Presiden Pakistan. Dalam forum PBB itu, ia tercatat sebagai Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan.

Peristiwa di PBB pada Desember 1971 berlangsung di tengah konflik besar di Pakistan yang berujung pada pemisahan Pakistan Timur dan Pakistan Barat. Ketegangan meningkat sejak pecahnya perang saudara pada 26 Maret 1971, ketika Pakistan Timur menuntut kemerdekaan dari pemerintah pusat di Pakistan Barat.

Secara geografis, India memisahkan wilayah Pakistan Timur dan Barat. India turut memperbesar konflik dengan memberikan pelatihan dan dukungan senjata kepada kelompok pemberontak, sebagaimana dicatat Ensiklopedia Britannica. Intervensi ini kemudian memicu perang terbuka India-Pakistan yang menimbulkan jutaan korban jiwa dan pengungsi.

Dalam sidang PBB, Bhutto bersikeras menolak pemisahan Pakistan Timur. Namun, pada 16 Desember 1971 Pakistan menyerah kepada India. Pakistan Timur kemudian merdeka dan berganti nama menjadi Bangladesh.

Dengan demikian, video Bhutto merobek kertas di forum PBB pada 1971 tidak terkait larangan pengembangan senjata nuklir, melainkan terjadi dalam konteks konflik India-Pakistan dan krisis yang berujung pada kemerdekaan Bangladesh.