Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim menampilkan Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa janji-janji kepada rakyat saat kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 merupakan kebohongan. Dalam potongan video itu, Prabowo terlihat memberikan pernyataan ketika dicegat wartawan.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan narasi tersebut keliru. Tidak ditemukan informasi valid yang menunjukkan Prabowo mengakui telah berbohong kepada rakyat saat kampanye Pilpres 2024.
Video yang beredar memuat kutipan pernyataan yang diklaim berbunyi, “Kenaikan ini kenaikan itu, uangnya dari mana gitu lho. Kita utang terus. Tiap hari utang kita Rp 1 triliun tiap hari. Kalau saya omong ini, saya janji ini, saya janji itu, saya kan bohong kepada rakyat”. Unggahan itu juga disertai keterangan yang menyebut janji-janji saat kampanye adalah bohong.
Berdasarkan penelusuran sumber video menggunakan teknik reverse image search, video tersebut identik dengan unggahan di kanal YouTube Kompas TV pada 21 November 2018. Keterangan unggahan menyebut video itu merekam momen ketika Prabowo membantah pernah menjanjikan kenaikan gaji guru hingga Rp 20 juta apabila terpilih dalam Pilpres 2019.
Pada konteks saat itu, Prabowo menjelaskan bahwa ia tidak ingin membohongi rakyat dengan mengumbar janji politik. Meski demikian, Kompas.com juga pernah memberitakan bahwa pada Pilpres 2019 Prabowo sempat berjanji akan memperbaiki gaji tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato pada acara bertajuk “Indonesia Menang” di Jakarta Convention Center, Senayan, pada 14 Januari 2019. Menurut Prabowo, kenaikan gaji guru dan tenaga kesehatan dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Dengan demikian, klaim yang menyebut video tersebut sebagai pengakuan Prabowo berbohong kepada rakyat saat kampanye Pilpres 2024 dinyatakan tidak benar. Video yang beredar merupakan rekaman lama dari 2018 dengan konteks bantahan terkait isu janji kenaikan gaji guru pada Pilpres 2019.

