Sebuah video yang beredar di media sosial pada April 2026 diklaim memperlihatkan ribuan warga Israel berbondong-bondong meninggalkan Tel Aviv. Dalam narasi yang menyertai unggahan, kerumunan itu disebut sebagai warga yang mencari tempat pengungsian setelah negosiasi Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan damai.
Narasi tersebut beredar melalui sejumlah unggahan di Facebook. Salah satu versi narasi menyebut adanya ancaman serangan dari Iran, disertai klaim lain yang tidak didukung konteks video.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim itu tidak sesuai dengan isi rekaman. Video yang sama ditemukan pernah diunggah di Facebook dan TikTok pada September 2024, dengan keterangan bahwa keramaian yang terlihat merupakan momen penyambutan kedatangan Paus Fransiskus di Timor Leste.
Menurut Catholic News Agency, Paus Fransiskus melakukan kunjungan apostolik ke Timor Leste pada 9–11 September 2024. Timor Leste menjadi negara ketiga yang disinggahi dalam perjalanan Paus ke empat negara di Asia Tenggara dan Oseania pada 2–13 September 2024.
Paus Fransiskus juga disebut sebagai Paus pertama yang mengunjungi Timor Leste sejak negara itu merdeka pada 2002. Kunjungan tersebut mengikuti jejak Paus Yohanes Paulus II yang pernah melakukan kunjungan apostolik ke Timor Leste pada 1989, ketika wilayah itu masih menjadi bagian dari Indonesia.
Dengan demikian, video yang diklaim memperlihatkan warga Israel meninggalkan Tel Aviv pada April 2026 merupakan rekaman lama yang tidak terkait dengan situasi di Israel. Video itu mendokumentasikan penyambutan warga Timor Leste terhadap kedatangan Paus Fransiskus pada September 2024.

