Sebuah video yang memperlihatkan warga Israel berlarian saat mendengar sirene beredar di media sosial pada awal Maret 2026. Video itu diklaim sebagai suasana kepanikan di sejumlah kota di Israel akibat peringatan serangan udara menyusul deteksi rudal balasan dari Iran.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak sesuai dengan konteks kejadian dalam video. Rekaman yang beredar merupakan peristiwa lama, yang terjadi sebelum perang Iran dengan Israel-Amerika Serikat (AS) yang disebut dalam narasi unggahan.
Video serupa ditemukan melalui penelusuran gambar terbalik (reverse image search). Rekaman itu tercatat telah diunggah di situs Yeni Safak pada 10 Oktober 2023. Selain itu, situs Avlar Emoz juga mengunggah tangkapan layar video yang sama pada 11 Oktober 2023.
Kedua sumber tersebut mengaitkan video dengan Operasi Badai Al-Aqsa, yang disebut sebagai serangan balasan kelompok Hamas setelah Israel menyerang Gaza pada 7 Oktober 2023. Dalam konteks itu, warga berlarian di Bandara Ben Gurion, Israel, untuk mencari tempat perlindungan setelah terdengar sirene, menyusul hantaman roket yang dikaitkan dengan Brigade Qassam.
Narasi keliru mengenai video yang sama sebelumnya juga telah dibantah oleh pemeriksa fakta Misbar.
Dengan demikian, video warga Israel berlarian saat mendengar sirene peringatan tersebut disebarkan dengan konteks keliru. Peristiwa dalam video terjadi di Bandara Ben Gurion pada Oktober 2023 terkait serangan roket yang dikaitkan dengan Hamas, bukan serangan Iran di Israel pada Maret 2026.

