Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim memperlihatkan tentara Israel terjebak dalam situasi perang dan meminta dievakuasi. Dalam rekaman tersebut terdengar suara ledakan dari luar gedung, sementara seorang pria berseragam militer Israel meminta pertolongan agar dirinya dan rekan-rekannya dievakuasi.
Video itu dibagikan sejumlah akun Facebook disertai narasi yang menggiring kesan bahwa peristiwa tersebut nyata. Salah satu unggahan menambahkan keterangan bernada ejekan terkait kondisi tentara Israel yang disebut terjebak dan tidak bisa pulang.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan video tersebut bukan rekaman peristiwa sebenarnya. Jejak unggahan mengarah ke sebuah akun Facebook yang mendeskripsikan diri sebagai kreator konten digital dan diketahui kerap mengunggah konten hasil rekayasa.
Untuk memverifikasi keaslian video, dilakukan pemeriksaan menggunakan perangkat pendeteksi konten buatan, Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan video tersebut merupakan AI generatif dengan probabilitas 99,9 persen.
Pemeriksaan tambahan menggunakan BitMind juga mendeteksi kemungkinan video itu dihasilkan oleh AI, dengan probabilitas 75 persen.
Dengan demikian, klaim bahwa video tersebut menampilkan tentara Israel yang benar-benar terjebak dalam situasi perang dan meminta dievakuasi tidak terbukti. Video yang beredar merupakan hasil rekayasa berbasis kecerdasan buatan.

