Maraknya penipuan lowongan kerja menjadi perhatian serius, terutama yang mencatut nama PT Pertamina (Persero). Berbagai modus digunakan pihak tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan dari para pencari kerja dengan memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap peluang karier di perusahaan energi nasional tersebut.
Informasi palsu terkait rekrutmen Pertamina kerap beredar di berbagai platform digital. Dampaknya tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga memicu kebingungan dan keresahan di tengah publik. Karena itu, masyarakat diimbau memahami ragam modus yang beredar agar tidak menjadi korban.
Salah satu klaim yang ditemukan adalah tautan pendaftaran lowongan kerja BUMN di Pertamina yang diunggah akun Facebook pada 5 April 2026. Unggahan itu berisi ajakan mendaftar dengan mengklik tautan yang diarahkan ke halaman situs tertentu. Setelah dibuka, halaman tersebut meminta data pribadi seperti nama sesuai KTP, alamat lengkap, jenis kelamin, dan nomor telepon.
Modus lain yang juga beredar adalah klaim tautan pendaftaran rekrutmen Pertamina Patra Niaga. Informasi ini diunggah akun Facebook pada 11 Agustus 2025 dengan narasi “open rekrutmen” untuk berbagai jenjang pendidikan, disertai pernyataan bahwa lowongan tidak memungut biaya. Namun, tautan yang dicantumkan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta identitas, termasuk nama pengguna dan nomor telepon.
Selain melalui tautan, penipuan juga muncul dalam bentuk surat pemanggilan seleksi calon karyawan Pertamina yang meminta biaya akomodasi. Informasi ini beredar lewat aplikasi percakapan dan email. Surat tersebut terdiri dari empat lembar, memuat kop surat dengan logo Pertamina dan Kementerian BUMN, serta mencantumkan alamat dan nomor telepon yang mengarah ke WhatsApp.
Dalam surat itu disebutkan pemanggilan seleksi dengan jadwal dan lokasi seleksi pada 15 November 2022 di Kantor Pusat Jl. Medan Merdeka Timur 1A, lengkap dengan rincian jadwal. Lembar kedua memuat daftar 40 nama peserta. Pada lembar ketiga, peserta diminta mengonfirmasi kehadiran dengan format tertentu dan mengirimkannya kepada Ketua Tim Recruitment Pertamina melalui WhatsApp.
Masih pada bagian tersebut, peserta diimbau membawa perlengkapan seleksi dan diminta menalangi biaya akomodasi selama proses seleksi, dengan keterangan biaya akan diganti saat peserta mengikuti seleksi. Lembar keempat mengarahkan peserta untuk menghubungi pihak travel guna mengurus akomodasi, termasuk dengan mengisi formulir dan mengirimkannya lewat WhatsApp.
Ragam temuan tersebut menunjukkan bahwa modus penipuan dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari tautan pendaftaran yang meminta data pribadi hingga surat panggilan seleksi yang disertai permintaan biaya. Masyarakat, terutama pencari kerja, perlu meningkatkan kewaspadaan saat menerima informasi rekrutmen yang mengatasnamakan Pertamina.

