Anggota Komisi VI DPR Minta Transparansi Penetapan Harga BBM Nonsubsidi Usai Kenaikan Pertamina

Anggota Komisi VI DPR Minta Transparansi Penetapan Harga BBM Nonsubsidi Usai Kenaikan Pertamina

Anggota Komisi VI DPR Asep Wahyuwijaya mendorong PT Pertamina memperkuat peran dalam menjaga stabilitas pasokan dan distribusi energi agar tidak terjadi gangguan yang dapat memperburuk kondisi di lapangan.

Asep juga meminta peningkatan transparansi dalam mekanisme penetapan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Menurutnya, keterbukaan diperlukan agar publik memahami dasar kebijakan dan dapat meminimalkan spekulasi pasar.

Selain itu, ia menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah dan Pertamina dalam menjalankan fungsi pelayanan publik, terutama untuk menjaga ketersediaan BBM subsidi bagi masyarakat yang berhak.

Ia turut mendorong kebijakan mitigasi yang terukur melalui perlindungan sosial yang adaptif, stabilisasi harga kebutuhan pokok, serta dukungan terhadap sektor UMKM dan transportasi publik.

Asep menilai pengawasan terhadap rantai distribusi juga perlu diperkuat untuk mencegah praktik penimbunan dan kenaikan harga yang tidak wajar di tingkat pasar. Ia menyatakan dampak kenaikan BBM nonsubsidi dapat dikelola tanpa mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi nasional apabila didukung kebijakan yang tepat, terkoordinasi, dan responsif.

Sebelumnya, PT Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi mulai Sabtu, 18 April 2026, setelah harga sempat ditahan di tengah gejolak geopolitik global. Mengacu pada informasi di situs resmi Pertamina, penyesuaian dilakukan pada sejumlah jenis BBM nonsubsidi di berbagai wilayah dan mengikuti dinamika pasar energi dunia yang dipengaruhi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Di wilayah Jabodetabek, kenaikan signifikan terjadi pada Pertamax Turbo yang menjadi Rp19.400 per liter. Pertamax Green naik menjadi Rp12.900 per liter. Untuk jenis solar nonsubsidi, Dexlite tercatat menjadi Rp23.600 per liter dari sebelumnya Rp14.200 per liter, sedangkan Pertamina Dex naik menjadi Rp23.900 per liter dari sebelumnya Rp14.500 per liter.

Namun, Pertamina menahan harga Pertamax pada Rp12.300 per liter di Jabodetabek. Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan.

Berikut rincian harga BBM Pertamina di wilayah Jabodetabek: Pertamax Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp19.400 per liter, Pertamax Green Rp12.900 per liter, Dexlite Rp23.600 per liter, Pertamina Dex Rp23.900 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Di wilayah Riau dan Kepulauan Riau, harga Pertamax tercatat Rp12.900 per liter, Pertamax Turbo Rp20.250 per liter, dan Dexlite Rp24.650 per liter. Adapun di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat, Pertamax berada di level Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp19.400 per liter, dan Dexlite Rp23.600 per liter.