BAC A BANK menutup tahun keuangan 2025 dengan kinerja yang disebut berhasil di tengah berbagai tantangan ekonomi. Bank mencatat laba sebelum pajak sebesar 1.468 miliar VND, melampaui target 13% dan tumbuh 17,9% dibanding periode sebelumnya. Dari sisi kualitas aset, rasio kredit macet tercatat 1,15%, sementara rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 10,02%, di atas ketentuan minimum Bank Negara Vietnam sebesar 8%.
Pada akhir 2025, total aset BAC A BANK mencapai 195.936 miliar VND, naik 18,3% dibanding 2024. Modal dasar bank tercatat 10.032 miliar VND, meningkat 12%. Bank juga membukukan pertumbuhan dua digit pada penghimpunan dana dan penyaluran kredit, masing-masing sebesar 134.091 miliar VND untuk deposito dan 128.026 miliar VND untuk pinjaman.
Selain indikator keuangan, BAC A BANK menegaskan perannya dalam konsultasi investasi, terutama pada proyek pertanian berteknologi tinggi. Kemitraan jangka panjang dengan TH Group disebut membentuk ekosistem produk bersih dan berkelanjutan, mencakup susu segar, makanan, hingga tanaman obat, dengan pengembangan di Vietnam serta pasar internasional seperti Rusia dan Australia. Langkah ini dinilai sejalan dengan komitmen bank terhadap ekonomi hijau dan sirkular.
Dari sisi pengakuan eksternal, BAC A BANK memperoleh peringkat “B+” dengan prospek stabil dari Fitch Ratings. Peringkat tersebut menjadi penegasan atas posisi bank di pasar keuangan internasional, termasuk aspek manajemen risiko, kekuatan keuangan, serta potensi pembangunan berkelanjutan sesuai standar internasional.
Sepanjang 2025, bank juga mencatat pertumbuhan pada bisnis layanan dan ritel. Pendapatan dari aktivitas layanan dan jaminan meningkat 70,1%. Pada kanal digital, jumlah kontrak Internet Banking naik 70,2%, kartu kredit aktif bertambah lebih dari 63%, dan jumlah pelanggan baru meningkat hampir 32%.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, manajemen memaparkan rencana bisnis dengan target laba 2026 di kisaran 1.500–1.650 miliar VND. Target tersebut disebut mencerminkan pendekatan yang lebih moderat dengan mempertimbangkan perkembangan pasar moneter serta prioritas penguatan kapasitas internal.
RUPST juga menyetujui peningkatan modal dasar menjadi 11.525 miliar VND melalui penerbitan saham untuk pembayaran dividen dengan tingkat 7,5%. Dalam agenda terkait permodalan, bank memutuskan menunda penawaran saham publik kedua pada 2025, dengan alasan memprioritaskan kepastian jadwal pembayaran dividen dan perlindungan kepentingan mitra bisnis.
Di bidang pembiayaan, BAC A BANK menyatakan akan melanjutkan prioritas penyaluran modal ke bisnis yang menerapkan teknologi tinggi pada sektor pertanian, kehutanan, perikanan, tanaman obat alami, perawatan kesehatan, dan pendidikan. Bank juga menyampaikan aspirasi untuk mengintegrasikan petani dalam rantai nilai tertutup melalui dukungan benih, teknologi, dan proses manajemen modern, agar petani menjadi bagian dari ekosistem produksi berkelanjutan.
Direktur Jenderal BAC A BANK, Thai Huong, menekankan perlunya perubahan pola pikir dalam pertanian, dari model tradisional menuju penggunaan teknologi tinggi dan manajemen modern. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi sebagai fondasi untuk memasuki pasar global dan membangun kepercayaan investor.
Untuk 2026, BAC A BANK menyatakan akan mempercepat transformasi digital. Dengan target pengembangan 1,5 hingga 2 juta pelanggan pada periode mendatang, bank berinvestasi pada proyek Perbankan Digital dan sistem Perbankan Kios, dengan tujuan meningkatkan kenyamanan pengguna, memperbesar rasio simpanan rekening giro (CASA), serta mengoptimalkan biaya operasional.

