Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah cepat untuk menangkal hoaks seputar program MBG yang beredar di masyarakat. Untuk menanggulangi persoalan tersebut, BGN menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) guna menjaga ruang digital dari hoaks dan disinformasi.
Hal itu disampaikan Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati. Menurut dia, penguatan narasi berbasis data dan fakta menjadi prioritas di tengah derasnya arus informasi digital.
“Program MBG menyangkut kepentingan masyarakat luas, sehingga informasi yang beredar harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami bersinergi dengan Kemkomdigi untuk memastikan ruang digital tetap sehat dari hoaks dan disinformasi,” ujar Khairul Hidayati, seperti dikutip dari laman resmi BGN.
Khairul menambahkan, kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada klarifikasi isu yang beredar, tetapi juga membangun sistem deteksi dini terhadap potensi penyebaran informasi keliru (DFK) di berbagai platform digital. Pendekatan itu dilakukan melalui penguatan koordinasi, pemantauan media, serta peningkatan literasi digital publik.
Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Komunikasi dan Media Massa, Molly Prabawaty, menekankan pentingnya pengawasan publik berbasis data dan kolaborasi lintas lembaga. Ia menilai kerja sama antara BGN dan Kemkomdigi dapat menjadi contoh pendekatan berbasis data untuk mencegah penyebaran hoaks sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program nasional seperti MBG.

