Klaim yang menyebut Presiden Prabowo akan menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah Hari Raya Idul Fitri dinyatakan tidak benar. Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan program tersebut tetap berlanjut setelah Lebaran.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, MBG akan tetap berjalan dengan peningkatan jumlah SPPG yang ditargetkan mencapai 25.000 setelah Idul Fitri. Ia juga menyebut layanan program ini akan menjangkau lebih dari 61,2 juta penerima manfaat, dengan kembali menggunakan menu segar.
“Program MBG akan tetap jalan dengan jumlah SPPG yang akan mencapai 25.000 setelah Idul Fitri dan sudah akan melayani lebih dari 61.2 juta penerima manfaat dengan kembali ke menu segar,” kata Dadan Hindayana kepada Liputan6.com, Senin (2/3/2026).
Penelusuran terkait klaim tersebut juga mengarah pada informasi resmi BGN mengenai pengaturan distribusi MBG selama libur Idul Fitri dan cuti bersama 1447 Hijriah. BGN menetapkan mekanisme khusus yang tercantum dalam Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2026.
Dalam skema tersebut, pada periode 18–24 Maret tidak dilakukan penyaluran MBG bagi seluruh sasaran penerima manfaat, baik peserta didik maupun non-peserta didik. Sebagai penggantinya, distribusi dilakukan lebih awal pada hari terakhir penyaluran sebelumnya.
“Pendistribusiannya dilakukan pada hari terakhir pendistribusian sebelumnya yaitu pada hari Selasa, 17 Maret 2026, berupa satu paket kemasan makanan sehat ditambah dengan tiga paket bundling kemasan sehat untuk MBG alokasi hari Rabu, 18 Maret 2026 sampai Jumat, 20 Maret 2026,” jelas Dadan, di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Dadan menjelaskan, paket bundling merupakan penggabungan paket makanan kemasan sehat MBG untuk konsumsi beberapa hari yang diserahkan sekaligus. BGN menekankan batas maksimal makanan yang telah diterima hanya bertahan untuk tiga hari.

