SOLOK SELATAN—Bupati Solok Selatan H. Khairunas menegaskan validitas dan integrasi data masyarakat menjadi indikator penting dalam menentukan indeks kinerja pemerintah daerah, khususnya kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, pengelolaan data yang akurat akan memengaruhi kualitas perencanaan, efektivitas program, serta ketepatan sasaran bantuan kepada masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Khairunas saat memimpin Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Senin (12/1/2026), di halaman Kantor Bupati.
Khairunas menyebut Pemkab Solok Selatan telah memiliki sistem data terpadu yang perlu dikelola secara profesional oleh OPD sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan berbasis kinerja dan akuntabilitas.
“Kita persiapkan big data daerah, terutama data sosial. Indonesia sudah satu data, dan di tingkat kabupaten ini sudah berjalan. Saya minta OPD terkait memastikan data benar-benar terintegrasi, baik dengan BPS, data PKH, dan sumber lainnya,” ujar Khairunas.
Ia menilai kemampuan OPD dalam menyajikan data yang valid dan sinkron mencerminkan kinerja organisasi sekaligus menjadi dasar penilaian efektivitas kebijakan pemerintah daerah. Salah satu data strategis yang saat ini menjadi fokus adalah DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional).
DTSEN disebut berfungsi sebagai basis data nasional untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan yang terukur dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Untuk penguatan kinerja OPD, Bupati memberikan tenggat waktu dua bulan kepada perangkat daerah terkait guna melakukan validasi dan penyelarasan DTSEN dengan Simsalabim, sistem pusat data masyarakat Kabupaten Solok Selatan.
“Data harus valid dan terintegrasi. Jangan sampai data daerah sudah seratus persen, tapi tidak sesuai dengan DTSEN nasional. Jangan ada tarik-menarik data. Ini akan berpengaruh langsung pada penilaian kinerja OPD,” tegasnya.
Simsalabim atau Sistem Informasi Dasawisma Langsung Bermanfaat Inovatif Mandiri merupakan inovasi daerah yang diinisiasi Ketua TP PKK Kabupaten Solok Selatan, Ny. Erniati Khairunas, dan terus dikembangkan oleh pemerintah kabupaten. Aplikasi ini memuat data komprehensif masyarakat, mulai dari data kependudukan, kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, hingga kondisi sosial ekonomi warga.
Melalui penguatan integrasi data tersebut, Pemkab Solok Selatan menyatakan komitmennya membangun pemerintahan berbasis data yang transparan dan terukur, sekaligus mendorong OPD meningkatkan kinerja melalui sistem informasi yang akurat dan berkelanjutan.

