Sebuah unggahan di media sosial menampilkan foto yang diklaim memperlihatkan tentara Iran menyerah kepada militer Amerika Serikat (AS). Dalam gambar tersebut tampak sejumlah prajurit berlutut di depan bendera Iran yang terbakar, sementara mereka diarahkan senapan oleh pasukan yang disebut sebagai militer AS.
Klaim itu beredar di Facebook pada Minggu (5/4/2026), disertai narasi: “Masih mau bela? Faktanya Iran sudah menyerah #RipIran”.
Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto tersebut merupakan hoaks. Pemeriksaan dilakukan menggunakan dua perangkat pendeteksi gambar buatan AI, yakni Hive Moderation dan TruthScan.
Hasil analisis Hive Moderation menunjukkan gambar tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen dibuat dengan AI. Sementara itu, TruthScan mendeteksi probabilitas pembuatan dengan AI mencapai 97 persen.
Selain itu, tidak ditemukan pemberitaan yang menyatakan Iran menyerah kepada AS. Konflik antara Iran dengan AS dan Israel yang pecah sejak akhir Februari 2026 disebut masih berlangsung.
Dalam perkembangan terkait perang tersebut, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Donald Trump mengultimatum Iran untuk membuka Selat Hormuz pada Selasa (7/4/2026) dengan ancaman serangan terhadap pembangkit listrik dan jembatan jika ultimatum tidak dipenuhi. Iran merespons dengan peringatan akan melakukan serangan balasan keras.
Disebutkan pula, sebuah rudal Iran menghantam bangunan tempat tinggal di Haifa, Israel, menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai empat lainnya. Sementara serangan AS-Israel dilaporkan menghantam setidaknya 12 kota di Iran, dengan 13 orang tewas di wilayah Baharestan, Teheran.
Dengan demikian, foto yang diklaim menunjukkan tentara Iran menyerah kepada militer AS dipastikan tidak benar. Hasil pemeriksaan dua alat pendeteksi menunjukkan gambar tersebut berprobabilitas tinggi merupakan hasil buatan AI.

