Sejumlah Hoaks Menyasar PM Israel Benjamin Netanyahu, Ini Daftar Klaim yang Beredar

Sejumlah Hoaks Menyasar PM Israel Benjamin Netanyahu, Ini Daftar Klaim yang Beredar

Hoaks dapat menyasar siapa saja, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Sejumlah klaim menyesatkan terkait Netanyahu beredar melalui media sosial dan aplikasi percakapan dalam beberapa tahun terakhir.

Berikut deretan hoaks yang sempat ditemukan beredar beserta bentuk narasi yang menyertainya.

1. Klaim Netanyahu mengajak suku Batak mengikuti wajib militer

Tim Cek Fakta menemukan unggahan berupa tangkapan layar artikel yang mengklaim Benjamin Netanyahu mengajak suku Batak mengikuti program wajib militer. Unggahan tersebut disebut beredar sejak awal pekan ini.

Salah satu akun di Facebook mengunggahnya pada 1 April 2026. Dalam unggahan itu terdapat tangkapan layar artikel dari Kompas TV dengan judul: “Israel Kekurangan Prajurit saat Perang, Netanyahu Mengajak Suku Batak untuk Mengikuti Program Wajib Militer”.

Akun tersebut juga menambahkan narasi: “Israel kekurangan prajurit perang. Silakan suku Batak, Papua, Bali ikut wajib militer....semoga jadi martir di Medan perang”.

2. Klaim psikiater Netanyahu bunuh diri, disebut hanya satir

Hoaks lain yang beredar di media sosial adalah klaim bahwa psikiater Benjamin Netanyahu ditemukan tewas bunuh diri. Unggahan ini disebut beredar sejak awal pekan ini.

Salah satu akun di Facebook mempostingnya pada 14 November 2023 dengan isi: “Psikiater PM Israel Benyamin Netanyahu ditemukan tewas bunuh diri”.

Unggahan itu disertai narasi tambahan: “Psikiater nya aja gak kuat nanganin pasien Yang lebih kejam dari iblis 😁 Namanya Benyamin SETANyahu”.

3. Video yang diklaim Netanyahu ingin membunuh umat Muslim dengan vaksin

Melalui aplikasi percakapan dan media sosial, beredar pula video yang diklaim berisi pernyataan Benjamin Netanyahu tentang rencana membunuh umat Muslim dengan vaksin. Video tersebut ramai dibagikan sejak awal pekan ini.

Salah satu akun bernama Muhammad Rahmat memposting video itu pada 14 Mei 2021 dengan narasi: “PM Israel Netanyahu Berkata Di Depan Kamera: Pertama Kita Membunuh Muslim Dengan Peluru, Selepas Itu Dengan Rudal, Yang Terakhir dengan vaksin...ALLAHUAKBAR”.

Di aplikasi percakapan, video yang beredar disebut berdurasi 44 detik dan dilengkapi narasi: “Netanyahu dalam vidio: muslimin pertama kita bunuh dg peluru kemudian dengan rudal kemudian dg vaksin”.

Deretan klaim tersebut menjadi contoh bagaimana informasi menyesatkan dapat menyebar cepat melalui berbagai platform, terutama ketika disertai tangkapan layar atau potongan video yang diberi narasi tertentu.