Klaim yang menyebut Presiden Prabowo Subianto mengatakan Iran adalah bangsa yang keras kepala tetapi lemah, serta tidak memiliki kekuatan setara Israel, dinyatakan tidak benar.
Narasi tersebut beredar di sejumlah unggahan Facebook yang menampilkan foto Prabowo bersama Ayatollah Ali Khamenei. Dalam unggahan itu, Prabowo diklaim membandingkan kekuatan Iran dengan Israel yang disebut sebagai lawan dalam perang.
Hasil penelusuran menunjukkan klaim itu tidak sesuai dengan pernyataan Prabowo dalam video yang beredar. Video yang ditelusuri ditemukan di kanal YouTube MerdekaDotCom berjudul “Prabowo Balas Kritikan, Singgung Pejuang & Rakyat Iran Keras Kepala: Bolak-balik Dihabisi” serta video serupa di kanal YouTube Kompas TV berjudul “Presiden Prabowo Singgung Pejuang Iran Keras Kepala: Bolak-Balik Diancam!”.
Dalam video tersebut, Prabowo menanggapi kritik yang menyebut dirinya keras kepala. Ia menyatakan menerima kritik itu dan menilai sikap keras kepala kadang dibutuhkan oleh sebuah bangsa. Prabowo mencontohkan Iran yang disebutnya tidak gentar meski kerap mendapat ancaman dan serangan.
“Kadang-kadang keras kepala dalam suatu pekerjaan dibutuhkan. Sekarang orang mengatakan rakyat Iran keras kepala, pejuang-pejuang Iran keras kepala. Bolak-balik diancam, bolak-balik mau dihabisin. Tapi bagi sebuah bangsa, kadang-kadang keras kepala butuh,” ujar Prabowo dalam Rapat Kerja Kabinet pada Rabu (8/4/2026).
Prabowo juga mengaitkan sikap tersebut dengan sejarah perjuangan Indonesia. Ia menyebut para pendiri bangsa dan pemimpin Indonesia pada masa awal kemerdekaan memiliki keteguhan untuk menolak penjajahan kembali.
Namun, dalam video yang ditelusuri tidak ditemukan pernyataan Prabowo yang menyebut Iran lemah ataupun menyatakan kekuatan Iran tidak setara dengan Israel. Dengan demikian, klaim yang beredar di media sosial tersebut dipastikan merupakan hoaks.

