Cek Fakta: Narasi BoP Terlibat Konflik AS-Israel dengan Iran Dinilai Menggiring Opini

Cek Fakta: Narasi BoP Terlibat Konflik AS-Israel dengan Iran Dinilai Menggiring Opini

JAKARTA — Sebuah unggahan di media sosial kembali memantik perhatian publik setelah menarasikan seolah-olah negara-negara yang tergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) terlibat dalam konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. Konten tersebut dinilai sebagai upaya menggiring opini yang tidak didukung fakta.

Unggahan itu berasal dari akun Instagram @adian_napitupulu yang menampilkan foto Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disandingkan dengan foto Presiden RI Prabowo Subianto. Di bagian bawah foto tercantum kalimat, “Hari ini dua negara teman Indonesia di BoP menyerang Iran, situasi yang sulit dipahami.”

Unggahan tersebut juga disertai keterangan bernada provokatif: “Board of Peace atau Board of War!?” Narasi ini dinilai mengandung unsur diseminasi, fitnah, dan kebencian (DFK) karena mengesankan BoP bukan forum perdamaian, melainkan terkait perang.

Namun, tidak ada kaitan antara BoP dan konflik AS-Israel dengan Iran. BoP disebut bukan wadah “pertemanan” antarnegara yang sepaham, melainkan ruang perundingan yang mempertemukan berbagai pihak dengan pandangan berbeda, sebagaimana praktik diplomasi dalam sejarah.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menegaskan tujuan keanggotaan Indonesia dalam BoP adalah untuk mendorong penghentian kekerasan dan perlindungan warga sipil. “Tujuan keanggotaan Indonesia di BOP adalah untuk mendorong penghentian kekerasan dan perlindungan warga sipil,” ujarnya pada Kamis (22/1).

Pemerintah Indonesia juga menyatakan kesiapan mengambil peran sebagai mediator dalam dinamika konflik yang terjadi. Dalam pernyataan Kemlu RI pada Sabtu (28/2), disebutkan Presiden Republik Indonesia siap memfasilitasi dialog untuk mengupayakan kembali kondisi keamanan yang kondusif. Bahkan, apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia dinyatakan bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi Indonesia yang konsisten menempuh jalur diplomasi, dialog, dan musyawarah, bukan pendekatan perang atau kekerasan.