Peredaran video hoaks kian marak di ruang digital dan dinilai meresahkan. Di era ketika informasi menyebar sangat cepat melalui berbagai platform media sosial, tidak semua konten yang beredar dapat dipercaya. Video hoaks kerap dirancang untuk memanipulasi opini publik, memicu kepanikan, atau bahkan mengejar keuntungan finansial. Kemudahan produksi dan distribusi membuat fenomena ini menjadi tantangan serius.
Karena itu, masyarakat perlu memahami ciri-ciri konten menyesatkan agar tidak menjadi korban. Sejumlah video yang beredar di media sosial belakangan ini memuat klaim yang mencatut nama tokoh publik, mulai dari pengumuman bantuan hingga promosi situs tertentu. Berikut rangkuman klaim yang beredar beserta konteks unggahannya.
Klaim video Menteri Keuangan Purbaya umumkan bantuan THR
Sebuah video yang beredar di Facebook mengklaim Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bantuan Tunjangan Hari Raya (THR). Unggahan tersebut disebut muncul dari sebuah akun Facebook pada 15 Februari 2026 dengan narasi, “Alhamdulillah Bantuan Bulan Suci Ramadhan, Segera Daftarkan Diri Anda”.
Dalam video, terdapat narasi yang menyebut Purbaya akan membagikan bantuan atau THR dan meminta warganet menghubungi, mengikuti akun, serta membagikan video ke 40 teman di TikTok untuk konfirmasi. Pada unggahan itu juga terdapat menu untuk mengirim pesan.
Klaim video Hotman Paris mempromosikan situs judol
Video lain yang beredar menampilkan pengacara Hotman Paris dan diklaim mempromosikan situs judi online tertentu. Salah satu unggahan ditemukan di Facebook, diposting pada 15 November 2025.
Video berdurasi 43 detik itu disertai narasi “INFO AQ1++” dan menampilkan klaim bahwa Hotman Paris mempromosikan situs tertentu agar masyarakat tidak rugi.
Klaim video Ahok umumkan bagi-bagi bantuan dana selama Ramadan
Konten berikutnya mencatut nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Video yang beredar di Facebook pada 16 Februari 2026 memuat tulisan “BAGI BAGI BANTUAN SELAMA BULAN RAMADHAN”.
Dalam video tersebut, Ahok diklaim menyampaikan pernyataan akan memberikan tunjangan dana tunai selama Ramadan, meminta penerima menghubungi dirinya, dan menyebut dana akan ditransfer setelah data masuk ke WhatsApp. Unggahan itu juga menyertakan caption “Program tunjangan dana bantuan modal usaha selama bulan Ramadhan” serta tautan atau fitur kirim pesan.
Sejumlah unggahan yang mencatut tokoh publik seperti ini umumnya memadukan narasi bantuan, ajakan menghubungi akun tertentu, hingga permintaan menyebarkan konten. Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap video yang meminta tindakan cepat, mengarahkan komunikasi ke pesan pribadi, atau menyertakan klaim bantuan tanpa kejelasan.

