MUARADUA – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan pengambilan dan pengujian sampel air sungai sebagai bagian dari pemantauan kualitas lingkungan. Sampel tersebut dikirim ke Laboratorium DLHP Provinsi Sumatera Selatan pada Jumat (17/04/2026).
Kegiatan ini disebut sebagai langkah rutin untuk memastikan kondisi air tetap berada dalam ambang batas aman. Selain itu, hasil uji laboratorium menjadi dasar penyusunan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup di daerah, terutama untuk mengantisipasi potensi pencemaran yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.
Kepala DLH OKU Selatan, Hj. Meiliasari, melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) Marlis Abadi, menyatakan uji laboratorium dilakukan secara teliti agar data yang dihasilkan valid.
“Melalui uji laboratorium ini, kita ingin memastikan kondisi kualitas air sungai di OKU Selatan benar-benar terpantau. Data ini nantinya akan menjadi dasar dalam pengambilan langkah pengendalian pencemaran,” ujar Marlis.
Di sisi lain, sejumlah warga meminta keterbukaan informasi terkait hasil pengujian. Mereka mengaku belum pernah memperoleh informasi detail mengenai hasil uji kualitas air yang selama ini dilakukan.
“Pengujian memang bagus, tapi kami juga ingin tahu hasilnya seperti apa. Apakah air yang kami gunakan ini aman atau tidak,” kata salah seorang warga.
Kekhawatiran warga juga muncul karena perubahan kondisi air yang masih mereka temukan, terutama saat musim hujan. Beberapa warga yang tinggal di sekitar aliran sungai menyebut air kerap menjadi lebih keruh dan terkadang mengeluarkan bau tidak sedap.
“Kadang airnya berubah, keruh dan berbau. Kami khawatir ini berdampak ke kesehatan, apalagi masih banyak yang menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar warga lainnya.
Menanggapi hal tersebut, DLH menyatakan pengujian tidak berhenti pada tahap pengambilan sampel. Jika ditemukan indikasi pencemaran atau penurunan kualitas air, penanganan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

