Dong Nai Sesuaikan Rencana Tata Ruang 2021-2030, Tetapkan Arah Pembangunan hingga 2050

Dong Nai Sesuaikan Rencana Tata Ruang 2021-2030, Tetapkan Arah Pembangunan hingga 2050

Pemerintah Provinsi Dong Nai melakukan penyesuaian Rencana Tata Ruang untuk periode 2021-2030 dengan visi hingga tahun 2050. Penyesuaian ini mencakup seluruh batas administratif provinsi dengan luas wilayah alami lebih dari 12.700 km², yang terdiri atas 95 unit administratif setingkat komune, yakni 72 komune dan 23 kelurahan.

Dalam target hingga 2030, Dong Nai menargetkan pemenuhan standar kota yang dikelola secara terpusat, dengan arah pembangunan menuju model yang beradab, modern, dan berkelanjutan. Provinsi ini juga menargetkan pertumbuhan tinggi, melampaui ambang pendapatan tinggi, serta berada di jajaran provinsi terkemuka secara nasional. Orientasi pembangunan ekonomi diarahkan pada penguatan sektor-sektor yang dinilai dinamis, termasuk penerbangan, ekonomi malam hari, ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah, industri teknologi tinggi, ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, serta transformasi digital.

Rencana tersebut menempatkan pengembangan infrastruktur sosial-ekonomi dan sistem perkotaan sebagai prioritas yang dilakukan secara sinkron, modern, cerdas, berkelanjutan, dan memiliki kekhasan. Dong Nai juga diarahkan untuk membentuk kota bandara kelas dunia dan kota ekologis yang mampu menyelenggarakan kegiatan berskala regional maupun internasional. Selain aspek pertumbuhan, rencana menekankan pembangunan yang harmonis dan inklusif, pelestarian serta promosi nilai budaya, perlindungan lingkungan ekologis dan keanekaragaman hayati, adaptasi proaktif terhadap perubahan iklim, serta penguatan pertahanan dan keamanan nasional.

Untuk horizon 2050, Dong Nai menetapkan target menjadi kota yang dikelola secara terpusat sebelum 2035. Pada 2050, provinsi ini diproyeksikan menjadi pemimpin pengembangan industri teknologi tinggi dengan sistem infrastruktur yang sinkron, cerdas, dan modern. Dong Nai juga diarahkan menjadi pusat perdagangan, pariwisata, dan jasa internasional yang terhubung dengan kota-kota kelas dunia, sekaligus pusat pengetahuan dan talenta. Fokus pembangunan jangka panjang mencakup ekonomi hijau dan ekonomi sirkular untuk berkontribusi pada pencapaian target emisi nol bersih, disertai tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta terjaganya pertahanan, keamanan, kedaulatan, ketertiban, dan keselamatan sosial.

Rencana induk yang direvisi turut menetapkan empat terobosan strategis, yakni penyempurnaan institusi dan orientasi pembangunan, pengembangan infrastruktur, pengembangan wilayah perkotaan dan pariwisata, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu fokus khususnya adalah pemanfaatan Bandara Internasional Long Thanh secara efektif bersamaan dengan penerapan model kota bandara.

Selain itu, Dong Nai memprioritaskan penyelesaian kerangka konektivitas intra-provinsi, regional, antarwilayah, hingga internasional, serta pembangunan sistem infrastruktur modern, cerdas, sinkron, dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Dalam pengembangan perkotaan, provinsi mendorong model Pengembangan Berorientasi Transportasi (Transit-Oriented Development/TOD). Rencana juga mencakup pelaksanaan proyek layanan perkotaan, pariwisata, dan resor berkualitas tinggi di kawasan sungai, pegunungan, dan danau. Sejumlah titik perhatian meliputi kawasan layanan pariwisata perkotaan di sekitar Bandara Long Thanh, kawasan pariwisata perkotaan Gunung Chua Chan dan Danau Nui Le, Danau Suoi Giai, serta rangkaian kawasan perkotaan di sepanjang Sungai Dong Nai yang terkonsentrasi di Bien Hoa, Long Thanh, dan Nhon Trach.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, rencana memuat pembentukan kompleks pendidikan dan pelatihan universitas berskala besar di Long Thanh, Nhon Trach, Long Khanh, dan Dong Xoai. Upaya pelatihan, perekrutan, dan pemanfaatan tenaga ahli, ilmuwan, serta sumber daya manusia berkualitas tinggi juga akan didorong, bersamaan dengan pembangunan kapasitas aparatur—pejabat, pegawai negeri sipil, dan pegawai publik—untuk memenuhi kebutuhan pada fase pembangunan berikutnya.