Harga BBM Nonsubsidi Naik, DPR Minta Pemerintah Transparan agar Publik Tak Resah

Harga BBM Nonsubsidi Naik, DPR Minta Pemerintah Transparan agar Publik Tak Resah

Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim menanggapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang mulai berlaku pada Sabtu (18/4). Ia menilai, meski keputusan tersebut terasa mendadak bagi masyarakat, dalam konteks tertentu penyesuaian harga BBM merupakan langkah yang sulit dihindari.

“Dalam situasi global dan tekanan terhadap sektor energi, kita memahami bahwa penyesuaian harga BBM bisa menjadi opsi yang pada akhirnya harus diambil pemerintah. Namun, momentum dan komunikasi kebijakan ini perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kegelisahan publik,” ujar Rivqy di Jakarta, Senin (20/4).

Rivqy menekankan pentingnya pemerintah menyampaikan secara terbuka kondisi riil BBM nasional kepada masyarakat. Menurut dia, transparansi mengenai ketersediaan, beban subsidi, hingga tantangan distribusi akan membantu publik memahami alasan di balik kebijakan kenaikan harga.

“Kami meminta pemerintah menjelaskan secara komprehensif bagaimana kondisi sebenarnya sektor BBM kita saat ini. Ini penting agar masyarakat tidak hanya menerima kebijakan, tetapi juga memahami urgensinya,” ujarnya.

Selain itu, Rivqy menyoroti perlunya langkah antisipatif yang jelas dari pemerintah dan BUMN energi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga energi ke depan. Ia menilai kesiapan strategi, termasuk pengelolaan distribusi dan cadangan energi, perlu dipastikan berjalan optimal.

Ia juga mengingatkan agar kenaikan harga BBM tidak berdampak luas terhadap harga kebutuhan pokok. Rivqy menegaskan penyesuaian harga saat ini hanya terjadi pada jenis BBM dengan Research Octane Number (RON) tinggi, sehingga seharusnya tidak secara langsung memicu lonjakan harga barang kebutuhan dasar.

“Pemerintah perlu memastikan bahwa kenaikan ini tidak merembet ke harga-harga kebutuhan pokok. Stabilitas harga pangan dan barang penting lainnya harus tetap dijaga, sehingga daya beli masyarakat tidak tergerus,” tegasnya.

Rivqy berharap pemerintah terus mengedepankan komunikasi publik yang transparan serta kebijakan yang berpihak pada perlindungan masyarakat di tengah dinamika ekonomi saat ini.

PT Pertamina (Persero) menaikkan sejumlah harga BBM nonsubsidi per Sabtu (18/4). Berdasarkan informasi harga BBM di situs MyPertamina, harga Pertamax Turbo dengan RON 98 naik dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter.

Kenaikan juga terjadi pada Dexlite dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.600 per liter. Sementara Pertamina DEX naik dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter.